​Waspada Penipuan Visa! VFS Global Ingatkan Calon Pemohon di Tengah Lonjakan Liburan

​Waspada Penipuan Visa! VFS Global Ingatkan Calon Pemohon di Tengah Lonjakan Liburan

Jakarta: Seiring dengan memasuki musim padat perjalanan atau peak travel season, risiko terhadap tindak penipuan yang menyasar calon pemohon visa semakin meningkat. Salah satunya yang menjadi lahan bagi para sindikat penipu adalah ajang Piala Dunia 2026.

Hal ini diungkap Chief Operating Officer (COO) Australasia, China, dan RCIS VFS Global, Simon Peachey dalam media briefing eksklusif bertajuk Peak Travel Awareness. Dalam pemaparannya, Simon mencontohkan kasus nyata yang sedang marak terjadi di India. 

Para sindikat penipu memanfaatkan antusiasme penggemar sepak bola dengan menawarkan visa khusus untuk menonton gelaran Piala Dunia 2026 yang akan dilaksanakan di Amerika Serikat.

Modus ini dilakukan dengan memberikan iming-iming kemudahan proses dan jaminan persetujuan visa, yang pada kenyataannya adalah upaya ilegal untuk menguras uang korban. Kejadian ini menjadi pengingat bagi calon pemohon visa di Indonesia bahwa penipu selalu memanfaatkan momentum besar dan kelengahan pemohon yang terburu-buru.

Karena itu, masyarakat Indonesia diminta agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pengurusan visa.

Simon juga mengklarifikasi beberapa mitos salah kaprah yang sering dimanfaatkan oleh penipu yang mengatasnamakan VFS Global. VFS Global sendiri adalah spesialis layanan outsourcing dan teknologi terkemuka di dunia.
 

Baca Juga :

Mau Keluar Negeri? Ini Rincian Biaya Buat Paspor 2026

 

Mitos Status Proses Visa

Banyak penipu mengaku memiliki “orang dalam” atau akses khusus untuk memberikan status tetap terkait hasil visa. Simon menegaskan bahwa VFS Global tidak dapat memberikan kepastian status atau memengaruhi hasil akhir visa. 

“Tugas VFS Global hanyalah memastikan aplikasi terkirim ke kedutaan. Begitu dokumen diserahkan, hasil sepenuhnya berada di bawah kendali klien (pemerintah negara tujuan) atau pihak kedutaan. VFS Global sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan tersebut,” ujar Simon.
Mitos Pembayaran Online Melalui Pihak Ketiga

Modus lain yang sering ditemukan adalah permintaan pembayaran melalui tautan tidak resmi atau transfer pribadi. Simon mengingatkan bahwa VFS Global hanya memproses pembayaran melalui situs web resmi atau dilakukan langsung di Pusat Aplikasi Visa (VAC). Jika ada pihak yang meminta pembayaran di luar kanal resmi tersebut, dapat dipastikan itu adalah upaya penipuan.
Layanan Pekerjaan Imigrasi

Perlu diketahui oleh publik bahwa VFS Global tidak melayani jasa pencarian pekerjaan atau urusan imigrasi tenaga kerja di luar negeri. Jika ada pihak yang menjanjikan visa kerja sekaligus penempatan kerja di luar negeri dengan mengatasnamakan VFS Global, hal tersebut adalah palsu.

(Fany Wirda Putri)

Jakarta: Seiring dengan memasuki musim padat perjalanan atau peak travel season, risiko terhadap tindak penipuan yang menyasar calon pemohon visa semakin meningkat. Salah satunya yang menjadi lahan bagi para sindikat penipu adalah ajang Piala Dunia 2026.
 
Hal ini diungkap Chief Operating Officer (COO) Australasia, China, dan RCIS VFS Global, Simon Peachey dalam media briefing eksklusif bertajuk Peak Travel Awareness. Dalam pemaparannya, Simon mencontohkan kasus nyata yang sedang marak terjadi di India. 
 
Para sindikat penipu memanfaatkan antusiasme penggemar sepak bola dengan menawarkan visa khusus untuk menonton gelaran Piala Dunia 2026 yang akan dilaksanakan di Amerika Serikat.

Modus ini dilakukan dengan memberikan iming-iming kemudahan proses dan jaminan persetujuan visa, yang pada kenyataannya adalah upaya ilegal untuk menguras uang korban. Kejadian ini menjadi pengingat bagi calon pemohon visa di Indonesia bahwa penipu selalu memanfaatkan momentum besar dan kelengahan pemohon yang terburu-buru.
 
Karena itu, masyarakat Indonesia diminta agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pengurusan visa.
 
Simon juga mengklarifikasi beberapa mitos salah kaprah yang sering dimanfaatkan oleh penipu yang mengatasnamakan VFS Global. VFS Global sendiri adalah spesialis layanan outsourcing dan teknologi terkemuka di dunia.
 

 

Mitos Status Proses Visa

Banyak penipu mengaku memiliki “orang dalam” atau akses khusus untuk memberikan status tetap terkait hasil visa. Simon menegaskan bahwa VFS Global tidak dapat memberikan kepastian status atau memengaruhi hasil akhir visa. 
 
“Tugas VFS Global hanyalah memastikan aplikasi terkirim ke kedutaan. Begitu dokumen diserahkan, hasil sepenuhnya berada di bawah kendali klien (pemerintah negara tujuan) atau pihak kedutaan. VFS Global sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan tersebut,” ujar Simon.
Mitos Pembayaran Online Melalui Pihak Ketiga

Modus lain yang sering ditemukan adalah permintaan pembayaran melalui tautan tidak resmi atau transfer pribadi. Simon mengingatkan bahwa VFS Global hanya memproses pembayaran melalui situs web resmi atau dilakukan langsung di Pusat Aplikasi Visa (VAC). Jika ada pihak yang meminta pembayaran di luar kanal resmi tersebut, dapat dipastikan itu adalah upaya penipuan.
Layanan Pekerjaan Imigrasi

Perlu diketahui oleh publik bahwa VFS Global tidak melayani jasa pencarian pekerjaan atau urusan imigrasi tenaga kerja di luar negeri. Jika ada pihak yang menjanjikan visa kerja sekaligus penempatan kerja di luar negeri dengan mengatasnamakan VFS Global, hal tersebut adalah palsu.
 
(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di

Google News

(RUL)