JAKARTA – Maudy Ayunda memperkenalkan karya musik terbarunya, “Aku Yang Engkau Cari”, sebagai soundtrack untuk film besutan sutradara Wregas Bhanuteja, Para Perasuk.
Apa yang dilakukan Maudy bukan sesuatu yang baru. Ia mendapat peran utama dalam film ini—sebagai Laksmi—sekaligus menjadi penyanyi untuk soundtrack orisinalnya.
Yang membuatnya jadi lebih menarik, inspirasi penulisan lagu justru muncul dari atmosfer pekat saat proses syuting berlangsung.
Setelah produksi selesai, Maudy mendatangi Wregas untuk menyampaikan gagasannya. Dengan menggandeng Lafa Pratomo sebagai penulis lagu bersama sekaligus produser, Maudy menggodok komposisi lagu setelah mendalami versi awal potongan film.
Maudy mengaku bahwa, dari dunia Para Perasuk sangat memudahkan proses kreatifnya, karena ia merasa telah menjadi bagian utuh dari narasi film tersebut.
Penyanyi 31 tahun itu tidak menulis lirik dari perspektif karakternya sendiri, melainkan dari sudut pandang Bayu, yang diperankan Angga Yunanda. Lagu ini memotret kerapuhan seorang pria yang haus akan pembuktian namun kehilangan jati diri dalam upayanya menyenangkan orang lain.
“Saat menulis lagu ini, aku membayangkan kerinduan yang tak pernah selesai itu: kerinduan akan penerimaan, akan pelukan, akan rasa bahwa ia cukup apa adanya,” kata Maudy dalam keterangannya, Selasa, 20 Januari.
“Bahwa mungkin, yang ia cari di luar selama ini, sebenarnya adalah dirinya sendiri, atau kehadiran seseorang yang mampu melihat dan memeluk dirinya seutuhnya,” tambahnya.
Lagu yang diproduksi sekitar sebulan ini dirancang sebagai lapisan emosional yang memperkuat batin para karakter, terutama dalam menggambarkan perasaan yang gagal terucap melalui dialog. Maudy meyakini, meski lagunya bersifat universal, maknanya akan jauh lebih menggetarkan jika dinikmati usai menyaksikan filmnya secara utuh.
Di sisi lain, film Para Perasuk siap mencetak sejarah di kancah internasional. Film ini akan melakukan penayangan perdana (world premiere) di Park City, Amerika Serikat, dalam rangkaian Sundance Film Festival. Masuk dalam kategori World Cinema Dramatic Competition, film ini bersaing dengan sepuluh film internasional terpilih lainnya.
Menanggapi keberadaan Para Perasuk di Sundance Film Festival, Maudy mengaku sangat emosional melihat karya lokal mampu menembus panggung bergengsi di dunia perfilman independen tersebut.
“Aku merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari karya Indonesia yang mendapat pengakuan di panggung internasional. Rasanya membuktikan bahwa cerita dari kita bisa menyentuh siapa saja, di mana saja,” tuturnya.
Maudy berharap melalui lagu ini, para pendengar yang sedang mengalami pergulatan batin atau sedang mencari jati diri dapat merasa terwakili. Ia menekankan pesan mendalam tentang pentingnya merasa cukup dengan diri sendiri tanpa harus menjadi sosok lain demi validasi orang sekitar.
“Aku berharap mereka bisa merasa terlihat. Lagu ini bicara soal keinginan untuk menjadi cukup: untuk dilihat, dimengerti, dan dicari. Mungkin kamu nggak harus jadi apa-apa—karena bisa jadi—hanya kamulah yang selama ini kamu cari,” pungkas Maudy.
