Lewat unggahan di akun X-nya, @DokterTifa, pada Sabtu lalu, pegiat media sosial Dokter Tifauzia Tyassuma melontarkan kritik pedas. Kali ini, sasarannya adalah transkrip nilai milik Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo. Menurutnya, dokumen akademik itu terkesan “abal-abal” dan isinya amburadul.
Dokumen dalam Pusaran Investigasi
Transkrip nilai itu sendiri merupakan salah satu dari ratusan dokumen yang sedang jadi perhatian. Bareskrim Polri disebut menayangkannya sebagai bagian dari 709 dokumen yang kini berada di Polda Metro Jaya. Dari sekian banyak berkas, Dokter Tifa memilih untuk menyoroti tajam transkrip Jokowi ini.
“Transkrip nilai abal-abal ini,”
Begitu ia menegaskan dalam cuitannya, tanpa banyak basa-basi.
Janji untuk “Menguliti” di Persidangan
Dokter Tifa tak berhenti di situ. Ia bahkan sudah menyiapkan rencana untuk mempertanyakan langsung dokumen tersebut. Ia berjanji akan menguliti persoalan ini jika nantinya sampai terjadi persidangan dan Joko Widodo hadir.
“Jika sampai Sidang terjadi, maka saya akan tanyakan habis-habisan kepada Joko Widodo yang harus HADIR di setiap sidang!”
Tekadnya terasa kuat, nyaris seperti tantangan. Namun begitu, ia juga menyelipkan sindiran ke arah almamater Jokowi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Baginya, ada keanehan dalam proses kelulusan.
“Salah satu pertanyaan saya adalah bagaimana mungkin UGM meluluskan mahasiswa yang memiliki transkrip nilai amburadul seperti ini,”
paparnya, menyiratkan keraguan terhadap validitas akademik tersebut.
Pengecekan Masih Akan Berlanjut
Untuk saat ini, Dokter Tifa mengaku sudah menyelesaikan pengecekan terhadap ijazah dan transkrip nilai Jokowi. Tapi, tampaknya ini baru permulaan. Masih ada ratusan dokumen lain yang masuk dalam daftar periksaannya.
