Rekrut Atlet SEA Games, Boni Hargens Nilai Kapolri Perkuat Profesionalisme Polri

Rekrut Atlet SEA Games, Boni Hargens Nilai Kapolri Perkuat Profesionalisme Polri

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai telah membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan menawarkan kesempatan bergabung kepada atlet-atlet berprestasi SEA Games. Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari kalangan atlet dan dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat institusi kepolisian.

Analis politik Boni Hargens, mengatakan antusiasme 101 atlet SEA Games yang menyatakan minat bergabung dengan Polri mencerminkan tingginya kepercayaan generasi muda berprestasi terhadap institusi kepolisian.

“Respons para atlet ini menunjukkan bahwa Polri dipandang sebagai ruang pengabdian yang terhormat bagi anak-anak bangsa yang ingin terus berkontribusi kepada negara,” ujar Boni, dalam keteranganya, Senin 19 Januari.

Menurutnya, kebijakan Kapolri tersebut bukan sekadar program rekrutmen, melainkan mencerminkan komitmen moral dalam membangun institusi kepolisian yang kuat, profesional, dan berintegritas.

“Apa yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit adalah terobosan penting. Ini bukan rekrutmen biasa, tetapi wujud komitmen moral untuk menghadirkan sumber daya manusia terbaik yang telah teruji dedikasi, disiplin, dan prestasinya,” kata Boni.

Ia menilai para atlet SEA Games memiliki karakter yang sangat relevan dengan kebutuhan Polri saat ini, seperti sportivitas, ketahanan mental, disiplin tinggi, serta kemampuan bekerja di bawah tekanan.

“Atlet terbiasa menghadapi situasi kompetitif, tekanan tinggi, kerja tim, dan target yang jelas. Nilai-nilai ini sangat dibutuhkan dalam tugas-tugas kepolisian yang semakin kompleks dan dinamis,” ujarnya.

Boni menambahkan, pembukaan jalur khusus bagi atlet berprestasi juga menunjukkan kesungguhan Polri dalam menerjemahkan visi transformasi menjadi langkah nyata.

“Ini membuktikan bahwa Polri serius melakukan inovasi dalam pengembangan SDM dan menyadari bahwa talenta unggul bangsa tidak hanya lahir dari satu jalur pendidikan tertentu,” kata Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut.

Lebih lanjut, ia menilai strategi ini akan berdampak positif terhadap penguatan kapasitas institusional Polri. Dengan bergabungnya atlet nasional, Polri akan memperoleh personel dengan mental pemenang, daya tahan tinggi, serta kemampuan adaptasi yang baik.

“Dengan SDM yang lebih berkualitas dan berintegritas, Polri akan semakin mampu menjalankan perannya sebagai penjamin demokrasi hukum yang transparan dan akuntabel,” ucap Boni.

Ia juga meyakini kehadiran atlet-atlet nasional di tubuh Polri dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Atlet adalah figur publik yang dihormati masyarakat. Ketika mereka bergabung dengan Polri, itu akan memberi dampak psikologis positif dan memperkuat kepercayaan publik,” katanya.

Menurut Boni, kebijakan ini sekaligus menunjukkan wajah Polri sebagai institusi modern yang terbuka terhadap perubahan dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Jika dijalankan secara konsisten dengan sistem pembinaan karier yang jelas, kebijakan ini bisa menjadi model pengembangan SDM bagi institusi negara lainnya,” pungkas Boni.