JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025 Immanuel Ebenezer Gerungan mengaku tidak mengalami perlakuan tidak manusiawi selama menjalani masa penahanan di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bahkan, pria yang akrab disapa Noel itu menyebut kondisi fisiknya justru semakin sehat selama berada di rutan. Ia mengatakan kebutuhan makan dan asupan nutrisi selama ditahan terpenuhi dengan baik.
“Alhamdulillah kondisi saya baik selama di tahan. Makin gemuk, makin segar karena makanan, vitamin, dan nutrisi yang diberikan,” ujar Noel saat ditemui sebelum sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Antara, Senin, 19 Januari.
Noel juga menyampaikan apresiasi kepada penyidik KPK dan petugas rumah tahanan yang menurutnya telah menjalankan tugas secara profesional. Ia menilai para penjaga rutan bersikap ramah, bertanggung jawab, dan menjaga integritas selama dirinya menjalani proses hukum.
Menurut Noel, secara umum tidak ada persoalan berarti selama dirinya ditahan. Namun, ia mengakui ada satu hal yang dirasakannya kurang terpenuhi.
“Responsibility penjaga tahanannya luar biasa, pas semua. Yang enggak pas kebutuhan batin kita,” katanya sambil tersenyum.
Pernyataan Noel itu disampaikan di tengah proses hukum yang menjeratnya dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Dalam perkara tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkannya sebagai tersangka bersama sejumlah pihak lain.
KPK menduga praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 tersebut telah berlangsung dalam kurun waktu beberapa tahun dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah. Kasus itu kini tengah bergulir di pengadilan dan memasuki tahapan pembacaan dakwaan.
