Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mulai menyusun ancang-ancang terkait pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun anggaran 2026.
Menpan RB Rini Widyantini mengonfirmasi bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan kalkulasi mendalam terkait formasi yang dibutuhkan.
Dia menekankan, setiap instansi, baik tingkat kementerian maupun lembaga, harus bersiap melakukan pemetaan internal sebelum usulan formasi diajukan secara resmi.
“Nanti setelah kita hitung dulu, nanti kementerian/lembaga tentunya harus sudah mempersiapkan diri untuk kebutuhan pekerjaannya,” ujar Rini saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Senin (19/1/2026).
Lebih lanjut, pemerintah memberikan sinyal kuat untuk kembali memprioritaskan talenta muda atau lulusan baru (fresh graduate) dalam seleksi CPNS 2026.
Skema ini diharapkan mampu mendorong transformasi digital di tubuh birokrasi, mengingat para lulusan baru dinilai memiliki adaptivitas tinggi terhadap teknologi yang dibutuhkan dalam sistem kerja pemerintahan modern.
“CPNS tentunya saya concern ya terhadap teman-teman dari fresh graduate,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menpan RB mengungkap rencana ini akan menjadi babak baru manajemen ASN setelah sebelumnya pemerintah memprioritaskan penyelesaian status tenaga honorer pada periode rekrutmen.
Berdasarkan catatan Bisnis, Rini mengakui kini pihaknya masih merampungkan penetapan SK bagi tenaga honorer yang sempat meleset dari target Oktober. Kendati demikian, arah kebijakan jangka panjang dipastikan akan membuka ruang lebih besar bagi talenta muda.
“Kemarin kan kita memang banyak fokus menyelesaikan tenaga honorer. Ke depannya, saya sih berharap bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian dari pada birokrasi,” tutupnya.