BPN Siapkan Rp 3,1 Miliar untuk Layanan Kantor yang Rusak di Banjir Sumatera
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyediakan dana senilai Rp 3,1 miliar untuk memberikan pelayanan sementara setelah empat kantor pertanahan rusak akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Hal ini dikatakan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
“Bencana
banjir dan tanah longsor
ini menyebabkan Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang terisolir, termasuk tiga kantor tanah lainnya, yaitu Kakantah (Kepala Kantor Pertanahan) Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Untuk mengatasi masalah tersebut, kami telah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 3,1 miliar,” kata Nusron, Senin.
Ia mengungkapkan, dana itu digunakan untuk kepentingan evakuasi dan
pelayanan sementara
.
Begitu pun untuk dana sewa ruko di Langkat, Sumatera Utara dan Langsa, Aceh.
Sebab, sebanyak 30 persen dokumen mengalami kerusakan akibat terendam lumpur, meliputi buku tanah dan surat ukur.
Seluruh warkah (dokumen tanah) pun mengalami kerusakan.
“Kemudian pengadaan untuk kantor baik pelayanan
back office
maupun
front office
serta restorasi arsip melalui layanan arsip nasional dan sebagainya, yang kemudian untuk melakukan evakuasi sementara untuk mengamankan dokumen,” ucap dia.
Lebih lanjut Nusron menyampaikan, dari empat kantor yang rusak, kantor pertanahan Aceh Tamiang mendapatkan dampak yang paling besar.
Pelayanan kemudian dipindahkan ke kota lain, yakni Kota Langsa.
“Perhitungan kerusakan gedung dan bangunan masih dalam proses oleh Tata Bangunan dan Kementerian PUPR,” jelas Nusron.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
BPN Siapkan Rp 3,1 Miliar untuk Layanan Kantor yang Rusak di Banjir Sumatera
/data/photo/2025/12/12/693c0bf075af6.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)