BPS Catat Harga Telur Naik di 42,5% Wilayah Indonesia Januari 2026

BPS Catat Harga Telur Naik di 42,5% Wilayah Indonesia Januari 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga telur ayam ras dan daging ayam ras masih bertahan di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) hingga pekan ketiga Januari 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan bahwa secara rata-rata, harga telur ayam ras terus menunjukkan tren peningkatan sejak Mei 2025.

Sampai dengan pekan ketiga Januari 2026, rata-rata harga telur ayam ras mencapai Rp32.633 per kilogram atau naik 0,17% dibandingkan Desember 2025 di level Rp32.576 per kilogram. Untuk diketahui, HAP telur ayam ras ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.

Bahkan, Pudji menyebut kenaikan harga telur ayam ras tersebut masih terjadi di cukup banyak wilayah di Indonesia.

“Kenaikan telur ayam ras ini terjadi di 42,5% wilayah di Indonesia,” kata Pudji dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026, Senin (19/1/2026).

Jika dilihat lebih jauh, BPS mencatat harga telur ayam ras termahal mencapai Rp113.846 per kilogram di kabupaten Intan Jaya pada pekan ketiga Januari 2026. 

Disusul kabupaten Mamberamo Tengah sebesar Rp100.000 per kilogram dan kabupaten Puncak Jaya yang mencapai Rp90.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam terendah dibanderol Rp25.000 per kilogram.

Selain telur ayam ras, BPS juga mencatat harga daging ayam ras masih berada di atas HAP, meskipun secara mingguan mengalami penurunan tipis, yakni 0,08% dibanding Desember 2025. Adapun, penurunan ini terjadi di 35,84% wilayah di Indonesia.

“Sebelumnya daging ayam ras ini selalu berada di bawah HAP harganya. Tetapi sejak Desember [2025], itu harga daging ayam ras sudah berada di atas HAP dan kembali di minggu ketiga Januari 2026 harga daging ayam ras berada di atas HAP,” ujarnya.

Pada pekan ketiga Januari 2026, rata-rata harga daging ayam ras mencapai Rp40.252 per kilogram. Harganya masih melampaui HAP Rp40.000 per kilogram di tingkat konsumen.

Data menunjukkan, harga daging ayam tertinggi mencapai Rp100.000 per kilogram di kabupaten Intan Jaya. Di sisi lain, harga terendah berada di level Rp25.000 per kilogram.