Fakta-fakta Banjir di Jakarta dan Jateng: Puluhan RT Tergenang, 38 Perjalanan KA Dibatalkan

Fakta-fakta Banjir di Jakarta dan Jateng: Puluhan RT Tergenang, 38 Perjalanan KA Dibatalkan

Bisnis.com, JAKARTA — Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) sejak akhir pekan memicu banjir dan genangan luas, mengganggu aktivitas warga hingga transportasi darat dan kereta api, Minggu (18/1/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 15.00 WIB, banjir dan genangan masih terjadi di 47 RT dan 23 ruas jalan yang tersebar di Jakarta Barat, Pusat, Timur, dan Utara.

Wilayah terparah tercatat di Jakarta Barat dengan 21 RT terdampak, antara lain di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kamal, dan Tegal Alur, dengan ketinggian air mencapai 50 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan kali.

Di Jakarta Timur, genangan tertinggi terjadi di Kelurahan Rawa Terate dengan ketinggian air 50–90 cm, memaksa warga mengungsi. Sementara itu, genangan di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara berkisar 10–45 cm. 

BPBD mencatat 24 kepala keluarga atau 53 jiwa mengungsi, masing-masing di Kelurahan Tegal Alur (Jakarta Barat) dan Rawa Terate (Jakarta Timur).

Sejumlah wilayah dan ruas jalan dilaporkan telah surut, namun petugas masih melakukan penyedotan dan pemantauan intensif.

Berikut Fakta-fakta Banjir yang Terjadi di Jakarta dan Jateng

1. Transportasi Lumpuh, Jalan Raya hingga Tol Tergenang

Sebanyak 23 ruas jalan utama di Jakarta sempat tergenang, termasuk Jalan Gunung Sahari, Jalan Hayam Wuruk, kawasan Pelabuhan Nizam Zachman, hingga sekitar RS Soeharto Heerdjan. 

Di ruas Tol Sedyatmo, genangan masih terjadi di GT Pluit 3 dan akses Rawa Bokor akibat limpasan air dan meluapnya Kali Perancis. Jasa Marga mengerahkan 7 pompa statis dan 1 pompa mobile untuk mempercepat surutnya genangan serta berkoordinasi dengan BBWS Ciliwung-Cisadane. 

Pengguna jalan diimbau memanfaatkan JORR 2 atau moda transportasi lain, khususnya bagi pengguna dengan jadwal penerbangan mendesak.

 

2. Banjir Luas di Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir dan cuaca ekstrem mendominasi kejadian bencana di Jawa Tengah pada periode 17–18 Januari 2026.

Di Kabupaten Batang, banjir merendam 4 desa dan 5 kelurahan dengan ketinggian air 30–120 cm, berdampak pada 15.184 jiwa. Banjir dilaporkan belum surut hingga Sabtu (17/1).

Sementara di Kabupaten Pemalang, luapan Sungai Comal menggenangi tiga kecamatan dengan ketinggian 40–150 cm, memaksa 92 warga mengungsi. BPBD setempat mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga.

Banjir juga melanda Kabupaten Pekalongan, mengakibatkan 800 warga mengungsi serta merendam jalur rel kereta api di KM 88+6/7 lintas Pekalongan–Sragi.

3. Logistik Ratusan Juta Dikerahkan

Pemerintah Jateng pun mengucurkan bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah langsung dikirim, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi sejak Sabtu (17/1/2026), sebagai bentuk dukungan Pemprov kepada pemerintah kabupaten/ kota dalam memperkuat penanganan kebencanaan. 

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, agar pemerintah provinsi sigap hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana. 

“Bantuan kami salurkan tidak hanya untuk Kendal, tetapi juga Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Hari ini seluruhnya sudah kami dropping,” kata Imam.

Dia menjelaskan, besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing daerah terdampak, serta ketersediaan stok logistik di pemerintah kabupaten/kota. 

Untuk Kabupaten Kendal, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp80.634.760, Batang menerima Rp131.964.010, Pemalang Rp171.390.415, dan Kota Pekalongan Rp65.130.491. Seluruh bantuan diserahkan kepada Dinas Sosial setempat, untuk dikelola lebih lanjut.

“Kendal masih memiliki stok logistik yang cukup, sedangkan Pemalang lebih besar karena persediaan menipis. Jika ke depan masih ada kekurangan, kami siap menambah bantuan,” ujarnya.

Adapun, bantuan yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, family kit, hingga pakaian anak.

Selain bantuan logistik, Dinas Sosial Jateng juga mendirikan dapur umum di wilayah yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satunya di Kabupaten Pemalang, dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari.

Di luar dapur umum milik Pemprov Jateng, masyarakat setempat bersama relawan Tagana, Pramuka, dan unsur terkait juga mendirikan enam dapur umum mandiri. Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya pengungsian di wilayah tersebut.

 

4. 38 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan banjir di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta berdampak signifikan pada operasional kereta api. 

Sebanyak 38 perjalanan KA dibatalkan pada Minggu (18/1/2026), termasuk KA Argo Bromo Anggrek, Argo Sindoro, Argo Muria, hingga KA Parahyangan dan Taksaka.

“KAI melakukan rekayasa pola operasi dan pembatalan perjalanan demi keselamatan,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.

KAI memastikan pengembalian bea tiket 100 persen bagi pelanggan terdampak melalui loket stasiun dan Contact Center 121.

 

5. Bencana Lain: Angin Kencang dan Longsor 

Selain banjir, BNPB mencatat angin kencang di Kabupaten Magelang dan Banyumas yang merusak lebih dari 200 unit rumah, serta longsor dan pergerakan tanah di Kabupaten Bogor dan Pamekasan yang memaksa puluhan warga mengungsi.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim hujan dan menyiapkan tas siaga bencana, serta memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG.