JAKARTA – Sejumlah warga korban banjir di Kampung Kuranji, Desa Jakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, setelah sepekan rumah mereka terendam air, mengeluhkangatal-gatal, gangguan kulit, hingga demam.
Salah seorang warga terdampak banjir,Hilmi di Serang, Minggu, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan para pengungsi semakin menurun setiap harinya. Lingkungan yang lembap memperburuk keadaan, terutama bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.
“Warga sudah mulai mengeluhkan gatal-gatal hingga demam karena harus terus-menerus terpapar lingkungan yang tidak sehat,” ujar Hilmi saat ditemui di lokasi.
Selain masalah kesehatan fisik, Hilmi juga menyoroti fasilitas pengungsian yang dinilai sangat kurang memadai. Menurutnya, tempat berteduh sementara yang ada saat ini tidak memberikan perlindungan yang layak, terutama saat cuaca buruk kembali melanda.
“Kondisi tenda pengungsian juga memprihatinkan, kalau hujan bocor dan lantainya jadi becek, sehingga kami sulit beristirahat,” tambahnya.
Banjir yang tak kunjung surut ini juga telah melumpuhkan aktivitas warga secara total selama satu minggu terakhir. Genangan air yang keruh, bercampur lumpur, dan sampah diduga menjadi penyebab utama buruknya sanitasi lingkungan, sehingga menjadi sarang kuman yang memicu masalah kesehatan bagi warga yang bertahan.
Dengan demikian warga meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk mengambil tindakan yang lebih cepat dan konkret. Ia berharap ada upaya penyedotan air atau perbaikan drainase agar banjir segera surut, mengingat roda perekonomian dan aktivitas warga telah mati total selama satu minggu.
Keluhan senada disampaikan oleh Imas, seorang ibu rumah tangga yang juga menjadi korban banjir di wilayah tersebut. Imas mengaku sangat khawatir karena kondisi di pengungsian yang kurang layak dan tidak adanya sarana air bersih.
“Anak-anak kasihan, tidurnya tidak nyenyak kalau hujan tenda ini bocor. Kami bingung, mau membersihkan badan juga air bersihnya susah didapat,” ungkap nya.
Warga Desa Jakung kini sangat menantikan uluran tangan pemerintah dan dinas terkait. Penanganan darurat, khususnya layanan kesehatan, pasokan air bersih, dan perbaikan tenda pengungsian, menjadi prioritas utama yang sangat dibutuhkan warga saat ini demi mencegah wabah penyakit yang lebih luas.
