Seorang pria terdengar berulang kali menuding kritik tersebut dilakukan demi mencari perhatian.
“Cuma pengen terkenal aja,” hardik pria itu dalam rekaman video.
Ia juga menyebut bahwa kritik seharusnya disampaikan langsung kepada pihak dapur, bukan melalui media sosial.
Ketegangan yang terjadi kemudian mengundang beberapa respons dari pihak yang ada di lokasi.
Perempuan tersebut juga meyebutkan bahwa perubahan menu bukan kewenangan dapur.
“Menu itu urusan ahli gizi, bukan kami,” katanya.
Belum lagi, dalam pengakuan wali murid yang memberi kritikan itu mendapatkan pesan bernada tekanan dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala Dapur SPPG Sekincau.
Sementara itu, di media sosial, tampak peristiwa itu dibagikan akun lampung.live. Unggahannya menampilkan video dan gambar menu MBG dari wali murid.
Kontan saja ratusan warganet membubuhkan komentar. Banyak yang menyampaikan dukungan kepada wali murid tersebut. Mayoritas setuju agar kritikan tetap ada jika ada kejanggalan.
“Saya tim orang tua, dukung kritisi menu MBG begitu,” tulis seorang netizen di kolom komentar.
“Pegawai di bayar dengan gaji fantastis, ketika kerja gak bener. Pas di kritik alasan gak masuk akal nya dia bilang ngurus ribuan sekolah,” kata lainnya.
“Heh yg kau makan itu duit dari iuran rakyat!! Bukan duit pribadi presiden !! Wajar kalo kami berhak kritik !! Kritik untuk berbenah bukan malah membungkam & intimidasi 😂,” ujar warganet lainnya.
(Erfyansyah/Fajar)
