Jadi Sorotan Dunia, Ini 8 Fakta tentang Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sorotan Dunia, Ini 8 Fakta tentang Greenland yang Perlu Diketahui

YOGYAKARTA – Greenland kembali menjadi sorotan dunia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk mengambil alih pulau Arktik tersebut. Pernyataan ini memicu kontroversi karena menyangkut kedaulatan wilayah dan hubungan internasional.

Secara geografis, Greenland termasuk wilayah Amerika Utara, tetapi secara politik berada dalam Kerajaan Denmark. Isu ini membuat banyak orang mulai bertanya, sebenarnya seberapa penting Greenland bagi dunia?

Minat negara-negara besar terhadap Greenland turut meningkatkan perhatian terhadap sejarah, penduduk, dan sumber dayanya. Untuk memahami posisi penting pulau ini, kita perlu melihat berbagai aspek yang membentuk identitas Greenland saat ini.

8 Fakta Tentang Greenland

Dari lapisan es raksasa hingga kekayaan mineral yang tersembunyi, Greenland menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui publik. Dilansir Wionews, berikut delapan fakta tentang Greenland yang perlu diketahui.

Permukiman Kuno dan Populasi Modern

Greenland telah dihuni manusia setidaknya selama 4.500 tahun oleh kelompok yang bermigrasi dari wilayah Arktik dan Amerika Utara. Saat ini, jumlah penduduknya sekitar 56.600 hingga 57.000 jiwa. Sekitar 19.600 orang tinggal di ibu kota Nuuk.

Mayoritas penduduk Greenland adalah Inuit. Bahasa Greenland ditetapkan sebagai bahasa resmi dan digunakan secara luas. Berdasarkan wilayah, masyarakat Inuit menyebut diri mereka Kalaallit (penduduk Greenland Barat), Inugguit (dari distrik Thule), atau Iit (penduduk Greenland Timur).

Pulau Terbesar di Dunia

Dengan luas lebih dari 2,16 juta kilometer persegi, Greenland menyandang status sebagai pulau terbesar di dunia. Ukurannya hampir dua pertiga luas India, meski jumlah penduduknya sangat sedikit. Luas wilayah ini menjadikan Greenland unik secara geografis.

Sekitar 80 persen daratan Greenland tertutup oleh Lapisan Es Greenland. Lapisan es ini berperan besar dalam mengatur sistem iklim global. Wilayah bebas es umumnya berada di pesisir dan menjadi pusat pemukiman.

Pemerintahan dan Status Otonomi

Greenland merupakan wilayah berpemerintahan sendiri dalam Kerajaan Denmark. Sejak Undang-Undang Pemerintahan Sendiri tahun 2009, Greenland memiliki kewenangan luas atas urusan domestik. Parlemen Greenland dikenal dengan nama Inatsisartut.

Meski demikian, Denmark tetap mengendalikan kebijakan luar negeri dan pertahanan. Greenland pernah menjadi bagian dari Uni Eropa melalui Denmark. Pada tahun 1985, Greenland keluar dari Uni Eropa tetapi tetap menjalin hubungan khusus.

Ekonomi dan Mata Pencaharian

Ekonomi Greenland secara historis bergantung pada sektor perikanan. Penangkapan ikan kod, udang, dan biota laut lainnya menjadi sumber pendapatan utama. Aktivitas perburuan tradisional kini jauh berkurang.

Pariwisata berkembang pesat seiring meningkatnya minat terhadap lanskap Arktik. Wisatawan tertarik pada gunung es, satwa liar, dan keindahan alam ekstrem. Selain itu, Greenland juga berupaya mengembangkan sektor pertambangan.

Kekayaan Sumber Daya Alam

Greenland memiliki kekayaan mineral yang sangat besar. Survei tahun 2023 menunjukkan bahwa 25 dari 34 mineral yang dianggap sebagai “bahan baku penting” oleh Komisi Eropa ditemukan di wilayah ini. Fakta ini meningkatkan nilai strategis Greenland di mata dunia.

Mineral seperti grafit, tembaga, nikel, emas, dan uranium tersedia dalam jumlah besar. Namun, eksploitasi minyak dan gas alam dilarang karena alasan lingkungan. Pengembangan pertambangan juga menghadapi penolakan dari masyarakat adat.

Lokasi Arktik yang Strategis

Letak Greenland di antara Eropa dan Amerika Utara membuatnya sangat penting secara geopolitik. Wilayah ini memiliki nilai strategis untuk pertahanan dan jalur militer. Selain itu, Greenland menjadi pusat penelitian perubahan iklim Arktik.

Karena lokasinya, Greenland menarik perhatian negara-negara besar. Amerika Serikat termasuk pihak yang menunjukkan minat kuat terhadap pulau ini. Posisi geografis dan sumber daya menjadikan Greenland aset strategis global.

Keanggotaan NATO dan Status Internasional

Greenland menjadi bagian dari NATO melalui Denmark. Status ini memberikan peran penting dalam sistem pertahanan Atlantik Utara. Keberadaan pangkalan militer menjadi salah satu aspek strategisnya.

Greenland juga memiliki hubungan erat dengan Uni Eropa melalui perjanjian bilateral. Para pemimpin Eropa dan Denmark telah memperjelas bahwa kedaulatan Greenland berada di tangan rakyatnya dan pengaturan konstitusional Denmark, menolak klaim eksternal yang bersifat memaksa.

Dampak Perubahan Iklim

Lapisan es Greenland mencair lebih cepat dibandingkan dekade sebelumnya, mengekspos lahan dan potensi kekayaan mineral, tetapi juga berkontribusi pada kenaikan permukaan laut global. Pencairan ini berkontribusi pada kenaikan permukaan laut global. Dampaknya dirasakan tidak hanya di Greenland, tetapi juga di seluruh dunia. Isu lingkungan menjadi tantangan terbesar bagi masa depan Greenland.

Demikian pembahasan 8 fakta tentang Greenland, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!