DPR Dorong BSD City jadi Percontohan Nasional Pengembangan Kawasan Industri

DPR Dorong BSD City jadi Percontohan Nasional Pengembangan Kawasan Industri

JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief, mendorong BSD City, Tangerang, Banten menjadi percontohan nasional dalam pengembangan kawasan industri yang komprehensif, ramah lingkungan, serta mampu memberdayakan tenaga kerja lokal dan UMKM.

Dalam pernyataan di Jakarta, ia menilai kawasan tersebut, khususnya Taman Tekno BSD sebagai kawasan industri yang terintegrasi dengan baik, karena memadukan aktivitas industri dengan kawasan perumahan, wisata, ruang terbuka hijau, hingga danau, sehingga menciptakan ekosistem industri modern dan berkelanjutan.

“Industri yang kita lihat hari ini di Taman Tekno BSD City merupakan kawasan industri yang sangat luar biasa dan komprehensif. Ini menjadi contoh yang sangat baik dan saya berharap Kementerian Perindustrian dapat menjadikannya referensi dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri,” ujar Hendry, dikutip Antara, Sabtu, 17 Januari.

Menurut Hendry, konsep kawasan industri seperti BSD City ke depan tidak hanya layak dikembangkan di Pulau Jawa, tetapi juga dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia, termasuk Sumatera.

Ia mencontohkan sejumlah kawasan industri di daerah pemilihannya, seperti Kawasan Industri Tenayan di Kota Pekanbaru, Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak, serta beberapa kawasan industri lain di Provinsi Riau yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Selain aspek integrasi kawasan, Hendry juga menekankan pentingnya perlindungan lingkungan hidup dalam pembangunan kawasan industri. Ia mengingatkan agar kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tidak sekadar menjadi formalitas perizinan, melainkan benar-benar diterapkan secara serius dan konsisten.

“Sejak terjadinya sejumlah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kita melihat bahwa AMDAL menjadi hal yang sangat penting. Bukan hanya sekadar selembar kertas izin, tetapi harus benar-benar diterapkan dengan baik. Di sinilah fungsi pengawasan kami sebagai anggota DPR,” kata dia.

Ia juga menyoroti persoalan drainase sebagai faktor krusial dalam menciptakan kawasan industri dan hunian yang nyaman. Menurutnya, keindahan kawasan tidak akan berarti jika masih rawan banjir. Oleh karena itu, sistem drainase perlu dirawat, dipantau secara berkala, serta diantisipasi dengan respons cepat, terutama saat curah hujan tinggi.

Hendry Munief mengapresiasi penanganan banjir di kawasan BSD City yang dinilainya cukup cepat dan terkoordinasi. Ia berharap setiap daerah memiliki tim gerak cepat yang mampu merespons kondisi darurat berdasarkan informasi dari BMKG, termasuk dalam mengantisipasi luapan sungai dan saluran drainase.

Lebih lanjut, Hendry menegaskan bahwa pemberdayaan tenaga kerja lokal dan UMKM merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan industri harus menjadi prioritas.

“Tenaga kerja lokal harus mendapatkan perhatian pertama. Namun yang tidak kalah penting adalah pendidikan vokasi. Kolaborasi antara industri dan pendidikan vokasi harus benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia industri,” katanya.

Ia mencontohkan keberhasilan kawasan industri MM2100 di Cikarang, Bekasi, di mana puluhan perusahaan industri berkolaborasi dalam menentukan jurusan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Model tersebut dinilai efektif dalam menciptakan tenaga kerja siap pakai sekaligus mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam rantai ekonomi industri.

Dengan konsep yang terintegrasi, berwawasan lingkungan, serta berpihak pada tenaga kerja lokal dan UMKM, ia berharap kawasan industri seperti BSD City dapat menjadi standar baru dalam pengembangan kawasan industri di seluruh Indonesia.