Hilang Kendali Saat Melaju di JLS Blitar, Pemotor Asal Pasuruan Tewas Hantam Pembatas Jalan

Hilang Kendali Saat Melaju di JLS Blitar, Pemotor Asal Pasuruan Tewas Hantam Pembatas Jalan

Blitar (beritajatim.com) – Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Blitar kembali memakan korban. Kali ini seorang pengendara motor sport jenis Kawasaki Ninja mengalami kecelakaan tunggal yang berujung maut di JLS Dusun Pangi, Desa Tumpakepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar.

Insiden nahas yang terjadi di jalan provinsi tersebut merenggut nyawa MSM (38), seorang karyawan swasta asal Jalan Raya Nongkojajar, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Kerasnya benturan membuat korban tewas meski sempat mendapatkan perawatan medis.

“Korban meninggal dunia di lokasi, kecelakaan tunggal,” ungkap Ipda Putut, KBO Lantas Polres Blitar pada Sabtu (17/1/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja bernopol N 4585 TEB. Korban melaju dari arah barat menuju ke timur di jalur yang dikenal memiliki kontur jalan mulus namun berkelok tersebut.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di Dusun Pangi, laju kendaraan korban mendadak tidak terkendali. Motor sport tersebut oleng ke arah kanan hingga mengalami selip. Akibat kecepatan yang diduga cukup tinggi dan hilangnya kendali, motor bersama pengendaranya terpelanting dan menghantam keras pembatas jalan.

“Pengemudi Kendaraan sepeda motor Kawasaki Ninja N 4585 kurang konsentrasi pada saat mengemudi,” tegasnya.

Benturan keras tersebut mengakibatkan korban mengalami luka parah di bagian kepala. Warga dan petugas segera mengevakuasi MSM ke RS Mardi Waluyo Kota Blitar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, takdir berkata lain. Setelah sempat mendapatkan perawatan intensif, MSM dinyatakan meninggal dunia akibat cedera fatal yang dideritanya.

“Motor ringsek parah usai kecelakaan itu, korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun tak tertolong,” tegasnya.

Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tunggal ini juga mengakibatkan kerusakan parah pada kendaraan korban. Estimasi kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para pengguna jalan, khususnya yang melintasi Jalur Lintas Selatan, untuk selalu menjaga fokus, konsentrasi, dan mengontrol kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama. [owi/beq]