Trump Ucapkan Terima Kasih ke Iran Tak Ada Demonstran yang Dieksekusi Mati

Trump Ucapkan Terima Kasih ke Iran Tak Ada Demonstran yang Dieksekusi Mati

Jakarta

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Iran lantaran tidak ada demonstran yang dieksekusi mati. Dia mengatakan Taheran membatalkan eksekusi mati terhadap ratusan demonstran yang ditangkap dalam penindakan brutal.

“Saya sangat menghargai fakta bahwa semua eksekusi gantung yang dijadwalkan, yang seharusnya berlangsung kemarin (lebih dari 800 orang), telah dibatalkan oleh kepemimpinan Iran. Terima kasih!,” tulis Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya dilansir AFP, Jumat (17/1/2026).

Sebelumnya, otoritas kehakiman Iran sempat mengisyaratkan akan ada persidangan cepat dan eksekusi mati bagi orang-orang yang ditahan terkait unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di berbagai wilayah. Hal ini mengabaikan peringatan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Isyarat tersebut, seperti dilansir Associated Press, Rabu (14/1/2026), disampaikan oleh kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, dalam pernyataan via video yang dibagikan secara online oleh televisi pemerintah Iran.

“Jika kita ingin melakukan suatu pekerjaan, kita harus melakukannya sekarang. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat,” cetus Mohseni-Ejei dalam pernyataannya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian memastikan tidak akan ada pendemo yang dihukum gantung hari ini atau besok. Araghchi memastikan tidak ada eksekusi mati.

“Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung,” kata Araghchi sebagaimana dilansir AFP, Kamis (15/1/2026).

Untuk diketahui, gelombang unjuk rasa, yang mengguncang Iran sejak bulan lalu, dimulai sebagai aksi memprotes kondisi ekonomi yang memburuk, namun berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa di Iran sejak revolusi tahun 1979 silam.

Beberapa hari terakhir, unjuk rasa itu diwarnai kerusuhan dan rentetan kekerasan. Seorang pejabat Iran, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan pada Selasa (13/1) bahwa sekitar 2.000 orang tewas dalam unjuk rasa besar-besaran itu.

(dek/dek)