Ketika Industri Ganja Jadi Nyawa Sekelompok Pekerja

Ketika Industri Ganja Jadi Nyawa Sekelompok Pekerja

Liputan6.com, Bangkok – Industri ganja masih jadi salah satu daya tarik wisatawan untuk menghabiskan waktu di Thailand. Selain mendapat pemasukan, penjualan ganja secara komersial juga punya andil besar untuk membuka lapangan kerja.

Khususnya di sisi hilir lewat pemasaran ganja sebagai alat rekreasional. Berbagai toko dan kafe ganja pun menjamur di Bangkok, ibu kota Thailand. Salah satunya Michi Cannabis Bar yang terletak di subdistrik Si Lom, kawasan bisnis utama di Bangkok

Syn, salah seorang wanita penjaga di Michi Cannabis Bar mengatakan, Negeri Siam menjalankan industrialisasi ganja mulai dari hulu hingga ke hilir.

“Ini bukan pekerjaan pertama saya di industri kanabis. Sebelumnya saya bekerja di perkebunan ganja selama 1 tahun,” ujar Syn kepada Liputan6.com saat berkunjung ke Michi Cannabis Bar, Bangkok, Thailand.

Usai berkecimpung di sektor perkebunan ganja, ia lantas beralih untuk jadi penjaga kafe, dengan alasan waktu libur lebih panjang. Pekerjaan tersebut didapatnya dari lowongan kerja pada salah satu aplikasi.

“Di tempat sebelumnya, saya bekerja penuh dan hanya dapat libur 1 hari dalam seminggu. Itu tidak cukup bagi saya, jadi saya berhenti dari pekerjaan itu,” kata Syn.

“Lalu saya menerima pekerjaan ini. Saya melihat pekerjaan ini dalam aplikasi. Setelah saya mendapatkan pekerjaan ini, sekarang saya hanya bekerja 4 hari seminggu,” ungkap dia.