Denny menjelaskan bahwa pilar profesional diwujudkan melalui peningkatan kompetensi pekerja serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). Pilar andal menitikberatkan pada penguatan sistem pengelolaan keselamatan yang efektif, mulai dari inspeksi peralatan secara berkala, pelaporan kondisi tidak aman, hingga penguatan budaya K3 di seluruh area kerja.
Sementara itu, pilar kolaboratif menegaskan bahwa keselamatan pertambangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen perusahaan dan mitra kerja.
“Dunia tambang adalah kerja ekosistem. Karena itu, tidak boleh ada silo mentality yang justru menghambat tujuan bersama dalam mewujudkan keselamatan pertambangan,” tegasnya.
Sejalan dengan semangat BK3N 2026, NHM terus memperkuat implementasi kebijakan K3L melalui Audit Internal Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), Audit Eksternal ISO 14001 dan ISO 45001, penerapan Critical Control Management (CCM), serta Leadership Walk About (LWA) secara konsisten di seluruh area kerja. Seluruh upaya tersebut diarahkan pada pengelolaan risiko secara proaktif guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan minim insiden.
Rangkaian BK3N 2026 di Gosowong ditandai dengan penyerahan bendera K3 kepada panitia sebagai simbol dimulainya berbagai kegiatan selama satu bulan ke depan. Kegiatan tersebut meliputi donor darah, Fun Run Steps to Wellness, seminar kesehatan karyawan, serta seminar kesehatan gigi dan mulut.
Program-program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan NHM dalam meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja, sekaligus mendukung penguatan praktik keselamatan kerja di industri pertambangan nasional.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5069737/original/080002700_1735364120-Depositphotos_10029015_XL.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)