Rinciannya, sebanyak 35 unit rumah sementara dibangun di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, di atas lahan seluas sekitar 960 meter persegi. Sementara itu, 10 unit lainnya didirikan di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim, dengan luas lahan kurang lebih 495 meter persegi.
Seluruh unit hunian dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk menunjang kehidupan sehari-hari warga selama masa pemulihan. Fasilitas umum yang dibangun meliputi toilet, musala, dan dapur umum.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sosial secara normal, meski masih berada dalam kondisi pascabencana. Lingkungan hunian sementara juga dirancang agar tetap nyaman dan fungsional.
“Hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan rumah sementara di kedua desa tersebut telah mencapai 97 persen,” ungkap Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, dalam keterangannya, Jumat (16/1/2025).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475344/original/086047900_1768572539-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_17.58.20.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)