Liputan6.com, Jakarta – Harga minyak turun lebih dari 4% pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta) setelah komentar dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meredakan spekulasi pasar bahwa serangan Amerika terhadap Iran mungkin akan segera terjadi.
Dikutip dari CNBC, Jumat (16/1/2026), harga minyak mentah Brent turun 4,15% atau USD 2,76, dan ditutup pada level USD 63,76 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun USD 2,83 atau 4,56%, menjadi USD 59,19 per barel.
Berbicara kepada wartawan pada hari Rabu, Trump mengatakan bahwa dia telah diberikan informasi oleh ‘sumber-sumber yang sangat penting’ di Iran bahwa pembunuhan telah berhenti.
“Tidak ada rencana eksekusi, saya mendapat informasi itu dari sumber yang dapat dipercaya,” katanya.
Dia menambahkan bahwa Gedung Putih akan mengamati perkembangan situasi.
Departemen Keuangan AS pada hari Kamis mengumumkan sanksi terhadap pejabat Iran seperti Ali Larijani, sekretaris Dewan Tertinggi untuk Keamanan Nasional.
Ratusan orang dilaporkan tewas setelah kerusuhan massal di Iran ditanggapi dengan tindakan keras oleh pasukan keamanan Republik Islam. Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan jika warga sipil terbunuh atau dieksekusi oleh negara.
Harga minyak melonjak pada hari Selasa setelah Trump membatalkan pertemuan dengan pejabat Iran dan berjanji kepada para demonstran bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan,” dan melanjutkan kenaikannya pada hari Rabu di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa serangan AS terhadap negara itu akan segera terjadi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723196/original/076191600_1705922178-fotor-ai-20240122181355.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)