Akademisi Dorong Penguatan Kompetensi Komunikasi di Sektor Industri

Akademisi Dorong Penguatan Kompetensi Komunikasi di Sektor Industri

Pangkalpinang: Komunikasi institusi yang kian kompleks menjadi salah satu tantangan di sektor industri strategis nasional saat ini. Salah satu upaya untuk memperkuat kualitas modal manusia (human capital) lewat kolaborasi antara praktisi akademis Universitas Indonesia (UI) dengan perusahaan swasta dalam program pengembangan kompetensi pegawai.

Program ini fokus pada peningkatan efisiensi koordinasi internal dan penguatan citra organisasi melalui kanal digital. Dalam konteks ekonomi korporasi, kemampuan komunikasi tidak lagi dipandang sebagai keterampilan tambahan, melainkan aset strategis.

Hanna Arinawati, staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menjelaskan penguasaan teknik public speaking, moderasi, dan pengelolaan media sosial oleh karyawan merupakan instrumen penting untuk memperlancar arus informasi lintas tim dan menekan risiko miskomunikasi yang dapat berdampak pada biaya operasional.

“Keterampilan akademik harus mampu diterjemahkan menjadi program pengembangan kapasitas di sektor profesional. Dalam dunia kerja, kejelasan penyampaian gagasan adalah kunci untuk memperkuat koordinasi internal dan menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan (stakeholders),” ujar Hanna.

 

 

Ekonomi Digital dan Personal Branding

Selain penguatan di sektor fisik, tren ekonomi digital juga menempatkan personal branding sebagai variabel penting dalam daya saing profesional.

Sebagai Brand Ambassador Google Indonesia, Hanna memaparkan bagaimana literasi digital dan komunikasi yang terstruktur dapat meningkatkan nilai tawar individu maupun institusi di pasar global.

Keterlibatannya dalam berbagai proyek komersial dengan perusahaan teknologi dan retail nasional menunjukkan adanya integrasi antara reputasi akademik dan nilai ekonomi di industri kreatif. 

Hal ini mencerminkan fenomena knowledge spillover, di mana kepakaran dari lingkungan universitas mengalir dan memberikan nilai tambah langsung bagi sektor swasta.

Capaian Hanna sebagai Dosen Terbaik FHUI 2026 juga menjadi sorotan dari sisi manajemen kualitas pendidikan. Penilaian yang menitikberatkan pada struktur materi dan konsistensi perkuliahan menunjukkan bahwa standar mutu di lembaga pendidikan tinggi berkolerasi langsung dengan kesiapan tenaga ahli yang dihasilkan untuk pasar kerja.

Lulusan terbaik FHUI 2022 dan lulusan Magister Kenotariatan 2024, kini menjadi bagian dari jajaran pengajar muda yang diharapkan mampu menjembatani celah (gap) antara kurikulum akademik dengan kebutuhan praktis di dunia industri hukum dan bisnis.

Pangkalpinang: Komunikasi institusi yang kian kompleks menjadi salah satu tantangan di sektor industri strategis nasional saat ini. Salah satu upaya untuk memperkuat kualitas modal manusia (human capital) lewat kolaborasi antara praktisi akademis Universitas Indonesia (UI) dengan perusahaan swasta dalam program pengembangan kompetensi pegawai.
 
Program ini fokus pada peningkatan efisiensi koordinasi internal dan penguatan citra organisasi melalui kanal digital. Dalam konteks ekonomi korporasi, kemampuan komunikasi tidak lagi dipandang sebagai keterampilan tambahan, melainkan aset strategis.
 
Hanna Arinawati, staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menjelaskan penguasaan teknik public speaking, moderasi, dan pengelolaan media sosial oleh karyawan merupakan instrumen penting untuk memperlancar arus informasi lintas tim dan menekan risiko miskomunikasi yang dapat berdampak pada biaya operasional.

“Keterampilan akademik harus mampu diterjemahkan menjadi program pengembangan kapasitas di sektor profesional. Dalam dunia kerja, kejelasan penyampaian gagasan adalah kunci untuk memperkuat koordinasi internal dan menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan (stakeholders),” ujar Hanna.
 

 

 

Ekonomi Digital dan Personal Branding

Selain penguatan di sektor fisik, tren ekonomi digital juga menempatkan personal branding sebagai variabel penting dalam daya saing profesional.
 
Sebagai Brand Ambassador Google Indonesia, Hanna memaparkan bagaimana literasi digital dan komunikasi yang terstruktur dapat meningkatkan nilai tawar individu maupun institusi di pasar global.
 
Keterlibatannya dalam berbagai proyek komersial dengan perusahaan teknologi dan retail nasional menunjukkan adanya integrasi antara reputasi akademik dan nilai ekonomi di industri kreatif. 
 
Hal ini mencerminkan fenomena knowledge spillover, di mana kepakaran dari lingkungan universitas mengalir dan memberikan nilai tambah langsung bagi sektor swasta.
 
Capaian Hanna sebagai Dosen Terbaik FHUI 2026 juga menjadi sorotan dari sisi manajemen kualitas pendidikan. Penilaian yang menitikberatkan pada struktur materi dan konsistensi perkuliahan menunjukkan bahwa standar mutu di lembaga pendidikan tinggi berkolerasi langsung dengan kesiapan tenaga ahli yang dihasilkan untuk pasar kerja.
 
Lulusan terbaik FHUI 2022 dan lulusan Magister Kenotariatan 2024, kini menjadi bagian dari jajaran pengajar muda yang diharapkan mampu menjembatani celah (gap) antara kurikulum akademik dengan kebutuhan praktis di dunia industri hukum dan bisnis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di

Google News

(PRI)