Sempat Ragu, Aurelie Moeremans Tegar Hadapi Perdebatan Bukunya

Sempat Ragu, Aurelie Moeremans Tegar Hadapi Perdebatan Bukunya

JAKARTA – Keputusan Aurelie Moeremans untuk membuka kisah masa lalunya dalam buku “Broken Strings” ternyata tidak hanya menuai dukungan, tetapi juga perdebatan. Ia mengaku sempat merasa ragu dan mempertanyakan keputusannya sendiri.

“Aku manusia, jadi jujur aja, sempat kepikiran,” ujar Aurelie melalui pesan singkat, Rabu, 14 Januari.

“Ada momen aku bertanya ke diri sendiri, ‘apakah aku terlalu jauh?’,” lanjutnya.

Di tengah respons publik yang luar biasa, ada saat-saat di mana ia merasa takut telah membuka sesuatu yang seharusnya tetap menjadi rahasia.

Namun, keraguan tersebut tidak bertahan lama. Setiap kali perasaan itu datang, ia selalu teringat akan tujuan utamanya menulis buku ini.

Pesan-pesan dukungan dari para pembaca menjadi sumber kekuatan terbesarnya. Banyak yang mengaku menjadi lebih berani dan tercerahkan setelah membaca kisahnya.

“Setiap kali keraguan datang, selalu ada pesan dari orang yang bilang, ‘aku jadi berani ngomong’, ‘aku jadi ngerti anakku’,” ceritanya.

Momen-momen inilah yang membuatnya sadar bahwa keputusannya untuk bersuara adalah hal yang benar.

“Di titik itu aku tahu, diam justru akan lebih menyakitkan,” tegasnya.

Ia memang tidak kebal terhadap kritik dan polemik. Namun, kini ia telah berdiri di posisi yang lebih kuat dan memahami betul alasan di balik setiap tindakannya.

Aurelie pun menerima semua reaksi, baik positif maupun negatif, sebagai bagian dari proses yang harus ia lalui.