Menkop Bidik 27.000 Fisik KopDes Rampung pada April 2026

Menkop Bidik 27.000 Fisik KopDes Rampung pada April 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan sebanyak 27.000 bangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih rampung pada April 2026. Secara keseluruhan, pemerintah akan membangun 80.000 KopDes/Kel Merah Putih di Indonesia.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan hingga saat ini pembangunan fisik KopDes/Kel Merah Putih sudah berjalan di sekitar 26.000–27.000 titik. Selain itu, inventarisasi lahan yang siap digunakan telah mencapai sekitar 44.000 lokasi.

Dia menuturkan tingkat penyelesaian rata-rata bangunan KopDes/Kel Merah Putih telah melampaui 50%, sehingga pemerintah optimistis sebanyak 26.000 unit akan rampung pada April 2026.

“Harapannya nanti Maret atau April, 26.000 yang dibangun di tahap awal itu sudah selesai fisiknya. Nah itu kelihatan langsung. 26.000–27.000 itu kalau sudah selesai bangunan fisiknya, kelihatan fisiknya,” kata Ferry dalam YouTube, Kamis (15/1/2026).

Lebih lanjut, Ferry menyebut Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan pada Juli 2026 mendatang akan ada tambahan koperasi yang rampung.

“April ini akan menjadi momentum yang penting bagi kementerian koperasi karena challenging-nya di sini, ini harus sukses,” ujarnya.

Ferry menjelaskan program KopDes/Kel Merah Putih merupakan mandat langsung Presiden Prabowo untuk mengembalikan koperasi pada fungsi strategisnya sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa, yang masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, hingga pembiayaan.

Dia menuturkan proses pembentukan KopDes/Kel Merah Putih dilakukan melalui pendekatan kombinasi top-down dan bottom-up, mulai dari pembentukan badan hukum hingga musyawarah di tingkat desa dan kelurahan.

Nantinya, KopDes/Kel Merah Putih akan memiliki beragam unit usaha, seperti gerai sembako yang dikelola dengan konsep ritel modern, apotek dan klinik desa, lembaga keuangan mikro, pergudangan, serta layanan logistik lengkap dengan sarana transportasi.

Selain itu, sambung Ferry, koperasi juga diberi keleluasaan mengembangkan usaha sesuai potensi lokal, seperti kuliner, kerajinan, hingga usaha produktif lainnya.

Sejalan dengan pembangunan fisik, Kemenkop juga telah menyiapkan aspek sumber daya manusia dan sistem dengan melatih pengurus dan pengelola koperasi agar mampu mengelola koperasi secara modern.

Dia menuturkan, pihaknya telah merekrut sebanyak 8.000 business assistant (BA) dan ditempatkan untuk mendampingi KopDes/Kel Merah Putih. Serta, juga ada project management officer (PMO) untuk membantu operasionalisasi KopDes/Kel Merah Putih melalui BA dengan menyusun standardisasi pelaporan, model bisnis, maupun aspek lainnya.

Di samping itu, Kemenkop juga membangun Sistem Informasi Manajemen KopDes/Kel Merah Putih yang akan memuat profil koperasi, sistem transaksi, hingga data usaha secara real time.