Probolinggo (beritajatim.com) – Aksi pencurian ternak kembali terjadi di Kota Probolinggo. Seekor sapi jantan milik Ahmad Fauzi (40), warga Kelurahan Kareng Lor, raib digondol pencuri pada Selasa (13/1/2026) siang hari, sekitar pukul 15.00 WIB. Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi di jam rawan lalu lintas warga.
Sapi jantan yang ditaksir bernilai Rp13 juta itu merupakan sapi gadu atau titipan yang telah dirawat selama kurang lebih delapan bulan. Jika dijual saat ini, nilainya bisa mencapai Rp15 hingga Rp16 juta.
“Sudah lama dirawat, tapi malah hilang. Padahal harganya sudah naik,” ujar Sima (50), saudara korban, Rabu (14/1/2026).
Menurut keterangan keluarga, sapi tersebut sebelumnya diikat di belakang rumah dan ditambatkan pada beberapa pohon. Sekitar pukul 14.00 WIB, sapi masih terlihat berada di lokasi. Namun selang satu jam kemudian, ternak tersebut mendadak lenyap tanpa jejak.
“Kira-kira jam tiga sore kami sadar. Sapinya sudah tidak ada, padahal sebelumnya masih terikat di tempat biasa,” ungkap Sima.
Upaya pencarian sempat dilakukan warga dan keluarga, namun hasilnya nihil. Dugaan sementara, sapi dibawa kabur melalui area persawahan di belakang rumah.
“Ada tanaman jagung yang rusak seperti terinjak. Diduga sapi ditarik lewat sawah, lalu keluar ke jalan samping rumah,” tuturnya.
Menariknya, tidak ada warga yang menaruh curiga saat kejadian berlangsung. Hal ini diduga karena hari tersebut bertepatan dengan hari pasaran jual beli sapi, sehingga aktivitas keluar-masuk ternak dianggap wajar.
“Warga mungkin mengira sapinya mau dijual,” katanya.
Hingga kini, keluarga korban belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke pihak kepolisian dengan alasan enggan berurusan panjang. Meski demikian, aparat kepolisian bersama perangkat RT dan RW setempat telah mendatangi lokasi kejadian dan menyarankan agar korban segera membuat laporan agar kasus pencurian tersebut dapat ditindaklanjuti. [ada/aje]
