Mendadak Sidak Menu Diklat PPIH 2026, Menteri Haji Gus Irfan Pastikan Gizi Petugas Terjamin

Mendadak Sidak Menu Diklat PPIH 2026, Menteri Haji Gus Irfan Pastikan Gizi Petugas Terjamin

Jakarta (beritajatim.com)- Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap fasilitas konsumsi peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Langkah ini diambil guna memastikan 1.501 calon petugas mendapatkan asupan gizi seimbang sebagai modal utama menjaga stamina sebelum bertugas melayani jemaah haji Indonesia di tanah suci.

Dalam kunjungannya yang tanpa pemberitahuan tersebut, Gus Irfan langsung menuju ruang makan peserta untuk memeriksa kesesuaian menu yang disajikan dengan standar kesehatan. Ia menekankan bahwa kualitas makanan yang dikonsumsi selama diklat berbanding lurus dengan kesiapan fisik petugas dalam menghadapi medan pelayanan haji yang menantang.

“Saya datang tanpa pemberitahuan, sengaja agar bisa melihat kondisi riilnya. Saya ingin memastikan standar gizi petugas terpenuhi agar mereka prima saat melayani jemaah nanti,” ujar Gus Irfan saat mengecek nampan makanan peserta.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, Gus Irfan mengonfirmasi bahwa menu yang disajikan telah memenuhi standar minimal kelayakan nutrisi. Sajian yang tersedia meliputi sumber protein dari daging, protein nabati dari tempe, serta kelengkapan sayur dan buah sebagai sumber vitamin bagi para petugas.

Gus Irfan menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin petugas mengalami penurunan kondisi fisik akibat kurangnya asupan nutrisi selama masa pelatihan 20 hari di Jakarta. Menurutnya, stamina yang prima sangat krusial agar para petugas bisa fokus sepenuhnya pada perlindungan jemaah, terutama bagi jemaah lansia dan risti (risiko tinggi).

“Kualitas layanan di lapangan dimulai dari kesehatan petugasnya sendiri. Kalau makanan di sini tidak layak, bagaimana mereka bisa punya energi untuk ‘mewakafkan diri’ melayani tamu Allah? Tadi saya lihat ada daging, tempe, sayur, dan buah, ini sudah sesuai,” tambahnya.

Selain urusan perut, sidak ini juga menjadi momentum Gus Irfan untuk mengingatkan para petugas mengenai etika pelayanan. Ia menekankan bahwa fasilitas negara yang diberikan selama diklat harus dibayar tuntas dengan dedikasi total di lapangan, tanpa memedulikan kepentingan pribadi atau jabatan instansi asal.

Menteri Haji juga memberikan atensi khusus pada aspek kesehatan jemaah secara luas. Ia menginstruksikan Pusat Kesehatan Haji untuk melakukan skrining kesehatan yang jauh lebih ketat sejak di tanah air guna menghindari risiko deportasi akibat random screening oleh otoritas Arab Saudi saat mendarat di Jeddah atau Madinah.

Langkah preventif melalui pengecekan nutrisi dan kesehatan ini diharapkan mampu menciptakan pasukan petugas PPIH 2026 yang tangguh. Terlebih, jemaah haji Indonesia memiliki dinamika yang tinggi, sehingga dibutuhkan personel yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga sehat secara jasmani. [ian/aje]