TANGERANG – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie membentuk tim khusus untuk mempercepat pengendalian permasalahan sampah di tujuh kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat penanganan sampah yang belakangan viral dan menjadi sorotan publik.
Menurut Benyamin, tim khusus ini akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, yang ikut memfasilitasi sejumlah program, mulai dari pembentukan bank sampah, pendataan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS-3R), hingga pemetaan titik-titik kritis di tiap wilayah.
“Nanti hasilnya akan digunakan untuk menentukan langkah-langkah berikutnya ke depan harus seperti apa,” ujar Benyamin kepada awak media di Balai Kota Tangsel, Rabu 14 Januari.
Benyamin menyebutkan, tim khusus percepatan ini terdiri dari lebih 140 orang, dengan puluhan personel disebar di setiap kecamatan. Tim ini terdiri dari perwakilan kementerian, camat, lurah, hingga pengurus lingkungan, yang ditugaskan mendorong RT dan RW memiliki kelompok bank sampah aktif.
Saat ditanya mengenai wilayah yang paling kritis, Benyamin menjelaskan bahwa hampir seluruh kecamatan menghadapi persoalan serupa. Namun, terdapat tiga wilayah dengan tingkat permasalahan sampah paling tinggi,
“Tiga wilayah tertinggi tadi, Ciputat Timur, Ciputat, sama Serpong. Ini cukup kritis lah penanganan sampahnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, penyelesaian masalah sampah harus dimulai dari hulu, yaitu lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, pembentukan kelompok bank sampah dan optimalisasi TPS-3R menjadi langkah wajib yang segera dijalankan.
“Mulai hari ini (dimulai). Pembagian tugas dan pelaksanaan di kelurahan juga dimulai hari ini,” pungkas Benyamin.
