Prabowo Mau Bangun Rusun di Kompleks Rumah DPR Kalibata, Harga Mulai Rp360 Juta

Prabowo Mau Bangun Rusun di Kompleks Rumah DPR Kalibata, Harga Mulai Rp360 Juta

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Tugas (Satgas) Perumahan mengungkap rencana pemerintah hendak membangun hunian vertikal rumah susun (rusun) di eks kompleks rumah dinas anggota DPR RI yang berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan

Anggota Satgas Perumahan, Panangian Simanungkalit menjelaskan bahwa pengembangan rusun tersebut merupakan strategi pemerintah mencapai target 3 juta rumah. Di mana, 1 juta akan dibangun di perkotaan dan 2 juta akan direalisasikan lewat skema renovasi.

“Ide kita jangan 3 juta rumah itu [dibangun semua] yang penting adalah 2 juta renovasi karena kan perbaikan rumah lebih penting daripada pembangunan rumah kalau di perdesaan. Nah 1 jutanya didukung lewat pembangunan rusun di kota,” jelasnya dalam Media Briefing di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Panangian menambahkan, nantinya satu unit rusun tersebut akan dijual mulai dari Rp360 juta. Dengan demikian, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat memiliki hunian di tengah kota.

Mekanismenya, masyarakat yang membeli akan mengantongi Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan tenggat waktu tertentu. Mengingat, rusun tersebut berdiri di tanah atau aset milik negara seluas 23 hektare (Ha). 

“Sekarang yang diuntungkan siapa kalau dijual Rp360 juta? Sudah pasti rakyat, karena apartemen di sebelahnya sudah Rp1 miliar yang namanya Kalibata City. Jadi pemerintah membuat terobosan, land for free, cuman mungkin dikasihlah HGB,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah sempat mengungkap rencana pengembangan kompleks DPR Kalibata menjadi hunian vertikal untuk masyarakat dalam rangka mendorong program 3 juta rumah.

Berdasarkan catatan Bisnis, investor asking asal Qatar telah tertarik untuk mengembangkan proyek tersebut. Berdasarkan catatan awalnya, Qatar berkomitmen membangun hingga 20.000 unit di lokasi tersebut.

“Ya kalau total-total di situ bisa 20.000-an unit ya. 20.000 unit Rusunami, kita mengarah kepada milik, semuanya mengarah kepada milik, tapi ya itu kan transisi ya. Artinya nanti kalau di tahap awal ada kepentingan menyewakan, yang saya bilang tadi demand side itu,” ujarnya.