Momen Menhan Sjafrie Shalat di Masjid Soeharto di Sarajevo saat Lawatan ke Bosnia

Momen Menhan Sjafrie Shalat di Masjid Soeharto di Sarajevo saat Lawatan ke Bosnia

GELORA.CO – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Masjid Soeharto di Sarajevo saat melakukan kunjungan kerja ke Bosnia dan Herzegovina, Minggu (11/1/2026).

Berdasarkan foto-foto yang diterima Kompas.com, Sjafrie bersama Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita tampak berdiri sejajar dengan para pejabat militer dan tokoh agama setempat di atas hamparan karpet biru, berlatar ornamen kayu berukir khas Balkan.

Mereka menundukkan kepala dalam suasana hening. Pada momen itu, Sjafrie tampak mengikuti shalat berjamaah.

Berbalut jas gelap dan tanpa alas kaki, ia berdiri rapat bersama rombongan, menghadap mihrab yang dihiasi kaligrafi lafaz Allah.

Kehadiran seragam militer di barisan shalat memberi kesan kontras, sekaligus memperlihatkan pertemuan antara diplomasi pertahanan dan spiritualitas.

Kunjungan ke Masjid Soeharto ini dilakukan di sela-sela agenda kunjungan kerja Sjafrie ke Bosnia dan Herzegovina.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina yang membahas penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Pada momen lain, Sjafrie dan Tandyo terlihat berbincang dengan sejumlah pejabat militer Bosnia serta pengurus masjid, menyusuri ruangan demi ruangan bangunan yang sarat nilai sejarah itu.

Dalam satu gambar, Sjafrie menunjuk sebuah karya seni kaligrafi yang terpajang di dinding, menyimak penjelasan yang disampaikan.

“Masjid Soeharto atau yang dikenal dengan nama Masjid Istiklal di Sarajevo, memiliki nilai historis yang kuat dalam hubungan Indonesia–Bosnia dan Herzegovina,” demikian rilis yang diterima Kompas.com pada Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Menhan Dukung Siswa SMA Bela Negara yang Ingin Jadi Pilot Pesawat Tempur

Masjid ini merupakan simbol solidaritas dan komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap rakyat Bosnia dan Herzegovina pascakonflik Balkan pada dekade 1990-an.

Pembangunan masjid tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Republik Indonesia sebagai wujud dukungan moral dan kemanusiaan bagi masyarakat Bosnia dalam masa pemulihan pascaperang.

“Secara historis, Masjid Soeharto memiliki keterkaitan erat dengan peran Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto, yang mendorong keterlibatan aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian dan solidaritas internasional,” bunyi rilis tersebut.

Pada masa tersebut, Indonesia secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelesaian konflik Bosnia dan Herzegovina melalui jalur diplomasi, kemanusiaan, serta kerja sama multilateral.