Menurut Trubus, titik balik RDMP Balikpapan terjadi ketika pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto mengambil langkah lebih tegas dalam menata ulang proyek tersebut. Negara tidak hanya melanjutkan pembangunan, tetapi juga memastikan adanya kepastian kebijakan dan komitmen kuat untuk menuntaskan proyek strategis tersebut.
“Yang dilakukan bukan sekadar meneruskan pekerjaan teknis, melainkan membongkar ulang relasi kuasa di sektor energi. Negara kembali mengambil kendali dan memastikan proyek strategis tidak lagi menjadi ladang rente,” ujarnya.
Dalam industri energi, kata Trubus, kepastian politik dan konsistensi kebijakan sering kali jauh lebih menentukan dibandingkan insentif semata. Tanpa keberanian politik, proyek besar berisiko terjebak dalam persoalan berulang yang menghambat manfaat jangka panjangnya.
Langkah tegas pemerintah ini dinilai memberikan sinyal positif bagi keberlanjutan proyek, sekaligus memulihkan kepercayaan para pemangku kepentingan di sektor energi nasional.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469351/original/054030000_1768112990-1000026022.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)