JAKARTA – NASA sedang memasuki tahap persiapan terakhir dalam meluncurkan misi Artemis 2. Ini akan menjadi peluncuran berawak pertama ke Bulan setelah beristirahat lebih dari 50 tahun.
Sebelumnya, misi ini direncanakan meluncur pada April 2026. Kini, peluncuran empat astronot untuk mengitari bulan tersebut direncanakan meluncur lebih cepat pada Februari mendatang.
Sebagai bagian dari persiapan tahap akhir, NASA akan memindahkan pesawat ruang angkasa Orion dan roket raksasa SLS ke landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida. Proses pemindahan sistem ini diperkirakan akan memakan waktu hingga 12 jam.
Pemindahan ini ditargetkan berjalan pada 17 Januari 2026. Namun, waktu pemindahannya bisa mengalami perubahan jika NASA menghadapi kondisi seperti cuaca yang kurang mendukung atau kendala teknis lainnya.
Artemis 2 akan membawa empat astronot terpilih ke orbit Bulan. Para astronot ini akan menguji kemampuan Orion selama 10 hari. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan pesawat siap membawa kru Artemis 3 memasuki area Bulan dan melakukan pendaratan.
Misi ini akan membawa para astronot mengorbit Bumi sebanyak dua kali sebelum terbang sejauh 4.700 mil melewati sisi jauh Bulan. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, NASA akan melakukan gladi bersih peluncuran pada akhir Januari.
Dalam tahap ini, petugas akan memuat propelan kriogenik ke dalam roket untuk memastikan sistem bahan bakar berfungsi dengan sempurna. NASA juga akan melakukan simulasi hitung mundur seperti peluncuran yang sebenarnya.
