Trump Bilang Iran Mau Negosiasi Usai AS Ancam Intervensi Militer

Trump Bilang Iran Mau Negosiasi Usai AS Ancam Intervensi Militer

Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin Iran telah menghubunginya untuk “bernegosiasi” setelah ia berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer, jika Teheran membunuh para demonstran.

Selama dua minggu, Iran telah diguncang aksi protes yang semakin membesar, meskipun ada penindakan, yang menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menjadi “pembantaian.”

Awalnya dipicu oleh kemarahan atas meningkatnya biaya hidup, aksi demonstrasi telah berkembang menjadi tantangan serius terhadap sistem teokratis yang berlaku sejak revolusi 1979.

Informasi terus mengalir keluar dari Iran meskipun internet dimatikan selama beberapa hari, dengan video yang bocor dari ibu kota Iran, Teheran dan kota-kota lain selama tiga malam terakhir menunjukkan demonstrasi besar-besaran.

Saat laporan muncul tentang meningkatnya jumlah korban tewas dalam aksi protes, Trump mengatakan Teheran mengindikasikan kesediaannya untuk berbicara.

“Para pemimpin Iran menelepon kemarin,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force Ono pada Minggu (11/1) waktu setempat. Dia menambahkan bahwa “pertemuan sedang diatur… Mereka ingin bernegosiasi,” ujarnya dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (12/1/2026).

Namun, Trump menambahkan bahwa “kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan.”

Pusat Hak Asasi Manusia di Iran (CHRI) yang berbasis di AS, mengatakan telah menerima “kesaksian saksi mata dan laporan kredibel yang menunjukkan bahwa ratusan demonstran telah tewas di seluruh Iran selama pemadaman internet saat ini.”

“Pembantaian sedang terjadi,” katanya.

LSM Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia juga mengatakan telah mengkonfirmasi pembunuhan setidaknya 192 demonstran, tetapi jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

“Laporan yang belum diverifikasi menunjukkan bahwa setidaknya beberapa ratus, dan menurut beberapa sumber, lebih dari 2.000 orang mungkin telah tewas,” kata IHR.

Lebih dari 2.600 demonstran telah ditangkap, menurut perkiraan IHR.

Sebuah video yang beredar pada hari Minggu menunjukkan puluhan mayat menumpuk di luar kamar mayat di selatan Teheran.

Halaman 2 dari 2

(ita/ita)