Di tengah kondisi dunia yang penuh gejolak dan ketidakpastian, Prabowo mengaku bersyukur Indonesia masih dalam keadaan yang baik, memiliki potensi kemajuan sangat besar dari melimpahnya kekayaan. Meski begitu, mengelola kekayaan negara tidak mudah, bahkan waktu puluhan tahun pun belum cukup
“Tidak mudah, banyak orang mengejek saya, saya tahu. Sebetulnya tidak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang, dia punya sarana, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme, dan kemungkinan besar mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing. Itu keyakinan saya, kepercayaan saya,” kata dia.
Meski begitu, Prabowo juga yakin rakyat Indonesia yang bersih dan jujur pasti dapat menilai mana yang benar dan tidak. Upaya memajukan negeri ini baginya perbuatan baik, salah satunya dengan target besar penyediaan Sekolah Rakyat.
Peresmian Sekolah Rakyat kali ini sudah mencapai 166 titik di 34 provinsi. Targetnya, pada 2029 mendatang akan ada 500 Sekolah Rakyat dengan total keseluruhan 500 ribu siswa.
“Jadi sekali lagi, saya mengajak semua, seluruh bangsa Indonesia, mari kita bersatu, mari kita kerja sama untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Kita bangkitkan semua kehidupan bangsa Indonesia,” ujarnya.
“Pendidikan adalah sarana, sarana yang paling benar untuk menghilangkan kemiskinan. Tapi pendidikan butuh uang, uang kita kalau dicuri, kalau dikorupsi, kurang untuk membangun semua sekolah yang kita ingin bangun,” Prabowo menandaskan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470215/original/010320000_1768200409-IMG_4008.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)