Prabowo Sebut MBG Capai 58 Juta Penerima: Negara Mana yang Mampu?

Prabowo Sebut MBG Capai 58 Juta Penerima: Negara Mana yang Mampu?

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana peresmian proyek modernisasi kilang minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dan menghemat devisa negara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia, di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Senin (12/1/2026).

Presiden menyatakan, modernisasi kilang minyak di Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM).

“Saya ada acara lagi di Balikpapan meresmikan suatu kilang, suatu modernisasi kilang minyak di Balikpapan. Dengan modernisasi kilang minyak ini kita akan menghemat devisa yang banyak. Kita tidak perlu lagi impor-impor terlalu banyak BBM,” ujar Prabowo.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat industri energi nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global. Dia menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja keras menghadapi berbagai tantangan yang ada.

“Saudara-saudara sudah mengerti masalahnya, tim saya bekerja keras, kita hadapi,” tegasnya.

RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kilang, sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia melalui pengolahan minyak mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Proyek besutan PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) itu mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penunjang keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh.

Proyek strategis nasional (PSN) yang dibangun sejak 2019 ini, dinilai menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur energi nasional yang terintegrasi.

Pasalnya, proyek dengan total investasi setara Rp123 triliun ini untuk memodernisasi kilang eksisting. Oleh karena itu, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis yang dibangun secara terintegrasi dari penyediaan bahan baku, pipa transfer hingga produksinya guna memberikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Proyek ini pun dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi.

Lingkup pertama adalah early work, yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan. Tahap ini meliputi persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, serta pembangunan fasilitas penunjang konstruksi.

Adapun early work menjadi pondasi penting untuk mendukung kelancaran dan keselamatan seluruh tahapan konstruksi utama RDMP Balikpapan.

Pada lingkup kedua, Pertamina melaksanakan pengembangan dan pembangunan fasilitas utama kilang yang mencakup 39 unit, terdiri dari 21 unit proses baru serta 13 unit fasilitas utilitas pendukung.

Proyek ini juga melakukan revitalisasi 4 unit fasilitas utama pengolahan, antara lain unit distilasi minyak mentah, unit pengolahan residu, unit hydrocracking dan hydrotreating, serta pemulihan LPG.

Pembangunan dan revitalisasi unit-unit ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pengolahan minyak mentah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM sesuai standar yang lebih tinggi.

Lingkup ketiga merupakan penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah, yang mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing 1 juta barel.

Pada tahap ini, Pertamina juga membangun jaringan pipa transfer line onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line onshore dan offshore berdiameter 52 inci, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) dengan kapasitas sandar kapal hingga 320.000 DWT.