Jetour T2 Raih Lima Bintang pada Uji Tabrak ASEAN NCAP

Jetour T2 Raih Lima Bintang pada Uji Tabrak ASEAN NCAP

JAKARTA – SUV offroad Jetour T2 mencatat pencapaian penting dalam tes uji keselamatan. Model ini sukses mengantongi peringkat lima bintang ASEAN NCAP, berdasarkan uji tabrak yang dilakukan di China Automotive Engineering Research Institute (CAERI), Chongqing, 25 November.

Meski begitu, ASEAN NCAP menyebut evaluasi akhir dilakukan pada Desember untuk menuntaskan kalender penilaian 2025. Ini sekaligus menjadi salah satu pengujian terakhir yang masih memakai protokol 2021-2025.

Setelah itu, ASEAN NCAP akan memasuki protokol baru 2026–2030, yang disebut akan memberi perhatian lebih besar pada teknologi ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems). Seperti dilansir dari Paultan, Senin, 12 Januari.

Dalam hasil pengujian, Jetour T2 membukukan skor tinggi di hampir semua aspek. Rinciannya, mobil ini meraih 37,17 dari 40 poin untuk perlindungan penumpang dewasa, 15,94 dari 20 untuk anak-anak, 17,14 dari 20 untuk bantuan keselamatan, serta 16,25 dari 20 untuk perlindungan pengendara sepeda motor.

Alhasil, total skor mobil yang sudah dijual secara resmi di Indonesia ini mencapai 86,5 poin. Menariknya, laporan ASEAN NCAP juga membuka indikasi baru terkait rencana produksi Jetour T2 di berbagai kawasan.

Malaysia tercantum di bawah kategori other ASEAN production, yang memunculkan spekulasi bahwa Jetour T2 kemungkinan akan dirakit secara lokal (CKD). Ini mengikuti jejak model Jetour lain seperti Dashing dan VT9 yang disebut diproduksi di pabrik Tampoi milik Berjaya.

Bukan cuma itu, laporan tersebut juga menuliskan jumlah varian yang akan dipasarkan sebanyak dua versi. Namun, fitur ADAS seperti AEB, Forward Collision Warning, Lane Departure Warning, Lane Keeping Assist, hingga Auto High Beam tercatat sebagai fitur yang tersedia secara opsional.

Jika informasi ini akurat, maka besar kemungkinan paket ADAS hanya hadir di varian tertinggi. CEO Jetour Auto Malaysia Fu Yong, menegaskan pencapaian ini menjadi bukti keseriusan pabrikan dalam menjadikan keselamatan sebagai fondasi utama Jetour T2.

“Meraih peringkat bintang lima ASEAN NCAP merupakan tonggak penting bagi Jetour T2 dan validasi kuat atas kinerja teknik dan keselamatannya secara keseluruhan. Mulai dari struktur bodi yang kokoh hingga sistem keselamatan yang komprehensif, T2 dirancang untuk melindungi penumpang dan membantu pengemudi menghindari tabrakan,” kata Fu Yong dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, hasil ini semakin memperkuat kepercayaan calon konsumen menjelang rencana peluncuran Jetour T2 di Malaysia pada kuartal pertama 2026. Untuk perlengkapan keselamatan standar, kedua varian Jetour T2 dikabarkan akan dibekali enam airbag, pengingat sabuk pengaman untuk semua penumpang, deteksi penumpang kursi belakang, blind spot detection, perlindungan pejalan kaki, deteksi keberadaan anak, hingga ISOFIX.

Saat ini, pemesanan Jetour T2 sudah dibuka dengan estimasi harga sekitar 178.888 ringgit Malaysia atau setara Rp740 jutaan. Harga tersebut lebih mahal dari yang dibanderol di Indonesia dengan harga Rp588 juta, di luar harga khusus Rp568 juta untuk 1.000 konsumen pertama.

Perlu diketahui, Indonesia memang jadi negara pertama yang meluncurkan Jetour T2 varian setir kanan. Mobil yang meluncur pada ajang GIIAS 2025 ini sudah dirakit secara lokal dengan memanfaatkan fasilitas pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), itu juga yang membuat harganya lebih murah.