Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Tembus USD 4.600

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Tembus USD 4.600

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin, (12/1/2026). Kenaikan harga emas tersebut memperpanjang reli yang luar biasa karena investor berbondong-bondong mencari aset aman di tengah gejolak geopolitik dan kebijakan dalam beberapa hari terakhir.

Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 2% hingga mencapai lebih dari USD 4.600 per ounce untuk pertama kalinya, sebelum turun tipis, menurut data dari LSEG. Harga emas sudah menguat 6% sepanjang 2026.

Adapun investigasi terhadap ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell dan spekulasi tentang apakah hal itu dapat mempercepat perubahan kepemimpinan di the Fed telah menambah lapisan risiko kebijakan baru.

“Terutama jika hal itu mengakibatkan dia mengundurkan diri dan kemudian meninggalkan the Fed lebih awal dari jadwal dan digantikan oleh seseorang yang lebih mendukung pemangkasan suku bunga,” ujar Analis Morningstar, Jon Mills.

Adapun jaksa federal sedang memeriksa renovasi senilai USD 2,5 miliar untuk kantor pusat the Fed di Washington, AS dan kesaksian Powell kepada Kongres. Ketua the Fed Jerome Powell menuturkan, investigasi ini berawal dari rasa frustasi Presiden AS Donald Trump yang sudah berlangsung lama terhadap keengganan the Fed untuk memangkas suku bunga agresif.

Skenario penunjukan Ketua Fed baru dapat membuka jalan bagi penurunan suku bunga yang lebih cepat, secara tradisional mendukung harga emas. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mengangkat harga emas dengan mengurangi biaya peluang untuk memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil. Efek tersebut telah diperkuat oleh data ekonomi AS baru-baru ini yang menunjukkan pendinginan pasar tenaga kerja.

Titik-titik konflik terbaru yang melibatkan Iran dan Venezuela juga semakin memicu daya tarik emas sebagai aset safe haven.