Islah Bahrawi ‘Dikeroyok’ 2 Kader PSI: 58 Persen Pendukung Prabowo-Gibran Optimis 2 Periode

Islah Bahrawi ‘Dikeroyok’ 2 Kader PSI: 58 Persen Pendukung Prabowo-Gibran Optimis 2 Periode

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pernyataan Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Islah Bahrawi, mengenai Pilpres 2024, dikeroyok oleh dua kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Politikus PSI, Sigit Widodo, meminta pendukung yang kalah di Pilpres 2024 agar legowo menerima kenyataan meskipun pahit.

Hal ini diungkapkan Sigit merespons pernyataan Islah Bahrawi, yang mengaku sebagai pendukung Ganjar-Mahfud.

“Anda sudah berbesar hati mengakui kalau pasangan capres dukungan anda hanya didukung 16 persen pemilih,” ujar Sigit di X @sigitwid (12/1/2026).

Berangkat dari pengakuan itu, ia berharap agar pendukung pasangan calon (Paslon) yang kalah mengikhlaskan Prabowo-Gibran memimpin Indonesia.

“Saya berharap anda dan kelompok Anda juga mau mulai legowo membiarkan Pak Prabowo dan Mas Gibran yang sudah mendapat mandat rakyat Indonesia melalui free and fair election untuk bekerja menjalankan program-program selama lima tahun,” ucapnya.

Yakin dengan program Prabowo-Gibran mampu membuat rakyat Indonesia sejahtera, Sigit bilang bahwa keduanya bakal maju kembali di 2029.

“Nanti InsyaAllah saat di Pemilu 2029 Pak Prabowo dan Mas Gibran maju lagi sebagai paslon di Pilpres,” Sigit menuturkan.

“Anda bisa berjuang lagi untuk paslon yang anda dukung,” tambahnya.

Sebelumnya, Islah mengatakan bahwa meskipun dirinya bukan kader PDIP, namun ia bagian dari pendukung Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024 lalu.

“Saya bukan PDIP, tapi saya pendukung Ganjar Mahfud,” ucap Islah.

Ia menegaskan, meskipun hanya meraup 16 persen suara, namun ia tetap bangga karena bukan bagian dari pendukung Jokowi.