Di Tengah Tekanan Komoditas, PNBP 2025 Lampaui Target

Di Tengah Tekanan Komoditas, PNBP 2025 Lampaui Target

JAKARTA – Kementerian Keuangan melaporkan bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 mencapai Rp534,1 triliun atau setara 104 persen dari target APBN yang ditetapkan sebesar Rp513,6 triliun.

Adapun, capaian ini diraih meskipun PNBP menghadapi tekanan akibat penurunan harga komoditas serta berkurangnya volume produksi sumber daya alam (SDA).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pelemahan PNBP terutama dipicu oleh turunnya hampir seluruh harga komoditas sepanjang tahun 2025.

“Hampir semua harga komoditas itu turun,” ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kiya, dikutip Minggu, 11 Januari.

Secara tahunan atau year on year (yoy), realisasi PNBP 2025 memang tercatat lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp584,4 triliun. Namun demikian, Suahasil menekankan bahwa perbandingan tersebut perlu dilakukan secara sebanding.

Ia menjelaskan bahwa dividen BUMN senilai Rp80 triliun yang sebelumnya masuk ke APBN, namun sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025, kini dikelola melalui Danantara

“Kalau mau dibuat apple to apple perbandingannya, maka yang Januari sampai Desember 2025 tambahin Rp80 triliun, maka akan kelihatan 2024 ke 2025 itu PNBP meningkat,” tuturnya.

Dari sisi struktur penerimaan, PNBP yang berasal dari SDA migas maupun nonmigas mengalami tekanan cukup besar dan pada setiap kuartal sepanjang 2025, realisasinya tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya harga komoditas di pasar global.

Ia menyampaikan di tengah tantangan tersebut, PNBP yang bersumber dari Kementerian dan Lembaga (K/L) justru menunjukkan kinerja yang sangat positif.

Suahasil menyebutkan, PNBP K/L tercatat mencapai Rp172,5 triliun atau sekitar 200 persen dari target APBN dan lonjakan penerimaan ini terutama terjadi pada paruh kedua 2025.

“Ini pencapaian yang sangat baik, karena peningkatan pada semester II karena adanya penegakan hukum setoran ganti rugi dan satgas PKH yang menghasilkan PNBP serta juga ada pendapatan dari penggunaan spektrum frekuensi radio yang cukup signifikan,” katanya.

Sementara itu, pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) juga mencatatkan kinerja positif dengan realisasi sebesar Rp103,7 triliun atau 133 persen dari target APBN.

Suahasil menyampaikan peningkatan tersebut ditopang oleh bertambahnya penerimaan BLU sawit serta peningkatan kapasitas layanan pada BLU rumah sakit.