Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung perjanjian kolaborasi antara NuEnergy Gas Limited dan PT Beijing Energy Linking (PT BEL). Untuk mengoptimalkan potensi Coal Bed Methane (CBM) atau gas metana batu bara di Indonesia.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan Produksi dan Lifting Migas Nanang Abdul Manaf mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam optimalisasi potensi gas metana batu bara di Indonesia.
“Penandatanganan ini menjadi momentum lanjutan setelah pencapaian sejarah pada 17 Desember 2025 melalui penandatanganan Gas Sales and Purchase Agreement (GSA) pertama untuk CBM di Indonesia, dengan nilai kontrak mencapai USD 200 juta,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (11/1/2026).
Pemerintah pada kesempatan tersebut juga memastikan pengembangan CBM, khususnya di Blok Tanjung Enim, segera ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dengan adanya penetapan status PSN, diharapkan akan mendapatkan dukungan lintas sektor yang lebih kuat, percepatan perizinan dan kemudahan penggunaan lahan guna mengejar target produksi gas nasional 12 BSCFD pada 2030.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis terbentuknya CBM Hub di Sumatera Selatan untuk menjamin aliran gas domestik yang berkelanjutan dan mendukung swasembada energi dalam transisi energi bersih,” papar Nanang.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2951086/original/054337900_1572224430-20191027-Ekspor-Batu-Bara-Indonesia-Menurun-IQBAL-6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)