Viral WNA Mesum di Taman Literasi Blok M, Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

Viral WNA Mesum di Taman Literasi Blok M, Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons aksi mesum oleh seorang warga negara asing (WNA) di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan kepada pengunjung.

Pramono menegaskan aksi pelecehan yang dilakukan pelaku dengan memamerkan alat kelaminnya akan mendapat hukuman berat.

“Kalau itu dilakukan, tertangkap, dihukum seberat-beratnya,” kata Pramono ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu, 11 Januari.

Diketahui, viral sebuah video yang memperlihatkan keributan antara seorang wanita pengunjung dengan pria WNA di Blok M. Pria asing tersebut diduga melakukan aksi ekshibisionisme atau memamerkan alat vitalnya di tempat umum.

Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram dfraaw, peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seorang wanita yang merekam kejadian sambil melaporkan tindakan tak senonoh si pria kepada petugas keamanan yang bertugas.

“Ada orang mesum di Blok M! Soalnya orang kayak dia manggil-manggil tadi, terus ngeluarin burungnya,” ujar wanita perekam video tersebut dengan nada emosi.

View this post on Instagram

A post shared by Fira (@dfraaw)

Wanita tersebut tampak sangat kesal dan sempat melontarkan makian kepada pria asing itu karena merasa dilecehkan.

Saat ditegur oleh petugas keamanan dan dikonfrontasi oleh korban, pria WNA yang mengenakan topi, kemeja putih, dan celana abu-abu itu justru memberikan argumentasi pembelaan.

Korban bersikeras bahwa ia tidak berbohong. Ia menegaskan bahwa tindakan tidak senonoh tersebut tidak hanya dilihat oleh dirinya sendiri, melainkan juga oleh temannya.

“Bukan saya aja ngelihat, teman saya juga ngelihat,” tegas wanita tersebut.

Dalam video tersebut, terlihat dua orang petugas keamanan dan satu petugas lapangan berusaha menenangkan situasi. Mereka mencoba mengamankan pria asing tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna menghindari keributan yang lebih besar di area publik tersebut.