Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog mengubah skema penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada tahun ini. Sebanyak 1,5 juta ton beras SPHP akan disalurkan selama setahun penuh.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa skema ini berbeda dengan penyaluran beras SPHP pada 2025 yang dibagi menjadi beberapa periode, sehingga terdapat bulan-bulan tanpa penyaluran.
“Penyaluran beras SPHP 1,5 juta ton ke depan akan kami laksanakan strateginya sepanjang tahun. Jadi, tidak seperti tahun lalu yang terpotong-potong,” kata Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, skema itu pula yang membuat Perum Bulog tak optimal menyalurkan beras SPHP pada tahun lalu. Realisasi penyaluran beras SPHP Bulog pada 2025 pun hanya berkisar 802.939 ton.
Rizal menyebut bahwa pihaknya akan menerapkan mekanisme yang lebih fleksibel dalam penyaluran beras SPHP pada tahun ini, khususnya mengenai kuantitas.
“Kita akan lebih mudahkan, mungkin kami akan lebih fleksibel, khususnya dengan jumlah kuantitasnya nanti. Karena kalau dulu satu orang hanya bisa beli dua pack, nah mungkin sekarang juga ditambah, Kita akan ajukan dulu,” ujar Rizal.
Selain itu, dia menyebut bahwa Bulog telah menetapkan target penyaluran SPHP jagung sebesar 500.000 ton pada 2026. Terdapat pula target penyaluran bantuan pangan selama 4 bulan.
Sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang masa pelaksanaan SPHP hingga akhir Januari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan perpanjangan ini diambil untuk memastikan suplai jagung bersubsidi tetap mengalir ke pelaku usaha peternakan skala kecil dan menengah di berbagai daerah.
Dia mengatakan SPHP jagung seharusnya berakhir sampai 15 November 2025. Namun, pemerintah memperpanjang hingga akhir Januari.
“Barangnya masih ada di Bulog untuk menyuplai pengusaha-pengusaha ternak atau pakan ternak yang UMKM, yang di Blitar, ada di Jawa Tengah itu nanti akan diberikan jagung atau SPHP dengan harga subsidi,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi terbatas SPHP jagung dan pupuk bersubsidi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
