FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Guru Besar Ilmu Komunikasi di Universitas Airlangga (Unair), Henri Subiakto bicara soal bahaya negara yang dipimpin oleh orang yang sudah tua.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Henri bicara soal beberapa dampaknya.
Menurutnya orang yang memiliki usia tua disebutnya cenderung lebih suka berbicara dan tentunya didengarkan pembicaraannya yang arahnya ke menasehati.
“Kecenderungan orang yg sudah tua itu inginnya bicara dan didengarkan pengalaman dan pengetahuannya. Walau lawan bicara mungkin tidak tertarik atau bosan, tetap saja si orang tua ingin lebih banyak bercerita atau bahkan menasehati,” tulisnya dikutip Minggu (11/1/2026).
Apalagi yang dibicarakan itu sudah jauh dan ketinggalan jaman. Henri menyebut ini sebagai sesuatu yang wajar.
Alasannya, karena sudah dari orang tua biasamya sudah tertinggal. Tapi keinginan mereka untuk tetap mendapatkan pengakuan dan berguna sangat besar.
“Orang tua walau dunianya sudah tertinggal, mereka tetap ingin diakui dan merasa berguna, hingga ingin dihargai pengetahuannya. Akhirnya sering jadi kurang seimbang, kesediaan orang tua mendengarkan itu lebih sedikit dibanding keinginannya menumpahkan pengalaman yang sebenarnya acapkali tidak relevan lagi bagi yg muda,” ungkapnya.
Alasan-alasan inilah yang disebutnya untuk jadi patokan menghindari pemimpin yang memilih usia yang sangat tua.
Bisa saja, pemimpin yang memiliki usia tua sesuai dengan apa yang dimaksud sebelumnya.
“Makanya kalau pilih pemimpin itu jangan yang sudah terlalu tua, pasti modelan begitu akan susah untuk diminta mau mendengarkan dan menerima masukan,” jelasnya.
