Bisnis.com, JAKARTA — China resmi meluncurkan penerbangan perdana Tianma—1000, pesawat kargo tanpa awak, serupa drone, yang dapat mengangkut logistik serta digunakan untuk tanggap darurat.
Melansir dari Bloomberg, Minggu (11/1/2026), sebagaimana yang diberitakan oleh China Central Television (CCTV), Tianma—1000 merupakan transportasi ketinggian menengah (mid-altitude) dan biaya rendah pertama di negara tersebut.
“Pesawat ini mampu menavigasi medan pegunungan yang kompleks, melakukan lepas landas dan mendarat dengan jarak sangat pendek, serta beralih antara misi kargo dan penjatuhan udara,” ungkap CCTV.
Di samping itu, pesawat ini dirancang untuk peran multifungsi termasuk pengangkutan kargo, penyelamatan darurat, dan operasi pengiriman udara.
Pesawat ini dapat mencapai ketinggian maksimum 8.000 meter, terbang sejauh 1.800 kilometer, dan mengangkut muatan satu ton—memungkinkan pengiriman pasokan besar dalam satu penerbangan.
Adapun, drone ini dikembangkan secara mandiri oleh Xi’an Aisheng Technology Group Co., yang berafiliasi dengan China North Industries Group Corp.
Serupa China, pemerintah Indonesia pun juga telah berencana mengembangkan Advance Air Mobility (AAM) atau Unmanned Aircraft System (UAS), yakni transportasi udara serupa drone, tetapi berukuran lebih besar.
Kemenhub Kembangkan Drone Logistik
Sebelumnya, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sokhib Al Rohman mengungkapkan bahwa Menhub menaruh perhatian besar terhadap operasional drone tersebut di sejumlah wilayah di Indonesia, utamanya Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Kemenhub pun saat ini sudah menyusun peta jalan atau roadmap kesiapan Indonesia menyambut teknologi baru tersebut. Termasuk menyusun regulasinya.
Adapun, langkah-langkah dalam membangun peta jalan ini dimulai dengan membentuk satuan tugas/task force drone. Kemudian memetakan kebutuhan dan tantangan, diskusi, menetapkan sasaran dan tujuan yang akan dicapai.
Kemenhub juga melakukan identifikasi perumusan rencana, penyusunan rencana kerja, uji coba dan evaluasi, serta iterasi, pembaruan dan komitmen pimpinan dan tim Satgas. “Harapannya Pak Menteri, ingin di Desember 2026 ada satu yang bisa beroperasi untuk komersil,” ujar pada Oktober 2025 lalu.
Bahkan, melalui keberadaan drone ini juga diharapkan dapat mengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke pelosok Indonesia.
Saat ini, produsen drone di Indonesia telah tersedia. Keduanya berada di Bandung, yakni PT Iter Aero Industri dan PT Vela Prima. Sementara untuk merek internasional pun telah mulai berdatangan melakukan demonstrasi.
Teranyar, Dreamfly Indonesia resmi melakukan uji coba terbang (test flight) perdana untuk drone kargo listrik DF-L100 di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, Senin (20/10/2025).
