Harga Emas Dunia Menguat, Data Payroll AS dan Geopolitik Jadi Pendorong

Harga Emas Dunia Menguat, Data Payroll AS dan Geopolitik Jadi Pendorong

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat dan berada di jalur kenaikan mingguan. Penguatan ini terjadi seiring investor merespons data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan, di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan geopolitik global.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (10/12/2026), harga emas spot tercatat naik 0,5% ke level USD 4.496,09 per ons. Sepanjang pekan ini, harga emas berpotensi menguat sekitar 3,9%. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,5% ke posisi USD 4.483 per ons.

Dari sisi data ekonomi, laporan menunjukkan nonfarm payrolls AS pada Desember hanya bertambah 50.000 pekerjaan, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 60.000. Tingkat pengangguran tercatat turun ke 4,4%, di bawah perkiraan 4,5%.

“Payrolls menunjukkan lingkungan penciptaan lapangan kerja yang lemah. Potensi meningkatnya ketegangan geopolitik, harga minyak yang cenderung lebih tinggi dan bersifat inflasi, ketidakpastian, serta kebijakan The Fed yang melonggar—semuanya menjadi kombinasi positif bagi logam mulia,” ujar Global Head of Commodity Strategy TD Securities Bart Melek.