Kurs Dolar Menguat, Rupiah Melemah ke Rp 16.829 per Dolar AS

Kurs Dolar Menguat, Rupiah Melemah ke Rp 16.829 per Dolar AS

Dari sisi global, lembaga Challenger, Gray & Christmas melaporkan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat turun 8,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025 menjadi 35.553. Angka ini menjadi level terendah sejak Juli 2024 dan mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif solid.

Sementara itu, data US Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir 3 Januari 2025 tercatat naik menjadi 208 ribu, dari 200 ribu pada pekan sebelumnya. Meski meningkat, angka tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan 212 ribu klaim.

“Di sisi eksternal, neraca perdagangan AS pada Oktober 2025 mencatat defisit terkecil sejak 2009, menyempit menjadi 29,4 miliar dolar AS di tengah impor yang lebih lemah,” ungkap Josua.

Kondisi ekonomi AS yang relatif solid ini turut menopang penguatan kurs dolar, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi pergerakan nilai tukar rupiah.