Surabaya (beritajatim.com)– Cegukan merupakan kondisi yang umum dialami hampir setiap orang. Meski terlihat sepele, cegukan sering kali muncul secara tiba-tiba dan dapat mengganggu aktivitas, mulai dari berbicara, makan, hingga bekerja. Suara khas yang dihasilkan pun kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama jika cegukan tidak kunjung berhenti.
Secara medis, cegukan terjadi akibat kontraksi otot diafragma yang berlangsung secara tidak terkendali, disertai dengan penutupan pita suara secara mendadak. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti makan terlalu cepat, minum minuman bersoda, perubahan suhu mendadak, atau stres. Untungnya, terdapat beragam cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menghentikan cegukan.
Mengatur Pernapasan
Salah satu cara paling umum untuk mengatasi cegukan adalah dengan mengatur pernapasan. Menahan napas selama beberapa detik lalu menghembuskannya perlahan dapat membantu menenangkan kerja diafragma. Teknik ini bertujuan meningkatkan kadar karbon dioksida dalam tubuh sehingga kontraksi diafragma dapat berkurang.
Metode ini tergolong mudah dan dapat dilakukan kapan saja. Mengatur pernapasan juga membantu tubuh menjadi lebih rileks, sehingga cocok diterapkan saat cegukan muncul di tengah aktivitas.
Minum Air dengan Teknik Tertentu
Minum air putih secara perlahan juga dipercaya efektif menghentikan cegukan. Beberapa orang memilih minum air sambil menundukkan kepala atau meneguknya sedikit demi sedikit. Cara ini membantu menstimulasi saraf yang berhubungan dengan diafragma.
Selain praktis, metode ini relatif aman dan cocok untuk mengatasi cegukan ringan. Pastikan minum air dalam jumlah wajar agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.
Mengonsumsi Rasa Asam atau Manis
Rasa asam atau manis dapat membantu menghentikan cegukan dengan cara mengalihkan respon saraf. Mengisap permen, mencicipi gula, atau sedikit air lemon sering digunakan sebagai solusi cepat.
Meski efektif bagi sebagian orang, metode ini sebaiknya dilakukan secukupnya. Terlalu banyak mengonsumsi gula atau bahan asam dapat menimbulkan iritasi, terutama bagi penderita gangguan lambung.
Mengubah Posisi Tubuh
Mengubah posisi tubuh juga dapat membantu meredakan cegukan. Duduk tegak, mencondongkan badan ke depan, atau memeluk lutut sambil duduk dipercaya dapat membuat otot diafragma lebih rileks.
Cara ini cocok diterapkan jika cegukan muncul setelah makan atau minum. Selain membantu menghentikan cegukan, perubahan posisi tubuh juga dapat memberi rasa nyaman dan mengurangi ketegangan otot.
Teknik Relaksasi dan Distraksi
Stres dan ketegangan emosional dapat menjadi pemicu cegukan. Oleh karena itu, melakukan teknik relaksasi seperti menarik napas dalam, menenangkan pikiran, atau memejamkan mata sejenak dapat membantu meredakannya.
Selain itu, mengalihkan perhatian dengan berbicara, menghitung, atau melakukan aktivitas ringan juga bisa membantu menghentikan cegukan. Distraksi membantu tubuh menghentikan pola kontraksi yang tidak disadari.
Kapan Perlu Waspada?
Pada umumnya, cegukan bersifat sementara dan tidak berbahaya. Namun, jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam atau sering muncul berulang tanpa sebab yang jelas, kondisi ini patut diwaspadai.
Cegukan yang berkepanjangan dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Jika hal tersebut terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Cegukan memang bukan kondisi serius, tetapi dapat terasa mengganggu jika terjadi terus-menerus. Dengan mengenali penyebabnya dan mencoba berbagai cara sederhana, cegukan umumnya dapat diatasi dengan cepat dan efektif.
Setiap orang mungkin memiliki metode yang paling cocok untuk dirinya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali respons tubuh sendiri dan memilih cara yang paling nyaman. Dengan penanganan yang tepat, aktivitas pun dapat kembali berjalan tanpa gangguan. [Nazala Habibah Fathyadin]
