Bos BGN Targetkan Nihil Kasus Keracunan MBG Tahun Ini

Bos BGN Targetkan Nihil Kasus Keracunan MBG Tahun Ini

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan tidak terjadi kasus keracunan pangan alias zero accident pada program makan bergizi gratis (MBG) pada 2026.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui kasus keracunan pangan MBG terjadi sepanjang 2025, yang jumlahnya mencapai sekitar 250 kejadian.

Puncak insiden keracunan pangan tersebut terjadi pada September 2025 yang mencapai 67 kejadian dan melonjak menjadi 85 kejadian pada Oktober 2025.

Namun, Dadan menyebut insiden tersebut berangsur turun menjadi 40 kejadian pada November 2025 dan pada Desember 2025 tersisa 12 kejadian.

“Dan itu tren yang cukup bagus [penurunan kasus keracunan pangan], karena kita memang memiliki target untuk zero accident atau zero defect, dan kita usahakan di tahun 2026 seminimal mungkin,” kata Dadan dalam konferensi pers Capaian 1 Tahun MBG dan Operasional Perdana MBG di Tahun 2026, dikutip dari YouTube Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, dikutip pada Jumat (9/1/2026).

Dadan menyatakan zero accident itu sejalan dengan target yang dibidik BGN untuk menghasilkan makanan gizi dan berkualitas, guna mendukung pertumbuhan anak-anak dengan produk yang aman untuk dikonsumsi.

“Selama satu tahun ini kita melihat satu kegiatan yang positif, memang di sana-sini masih ada kekurangan dan kami terus perbaiki di tahun 2026 ini, kita akan terus kejar target 82,9 juta [penerima manfaat] sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi akreditasi,” ujarnya.

Untuk itu, Dadan menyatakan BGN akan mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi unit pelayanan unggulan, sehingga makanan yang dihasilkan memenuhi standar keamanan konsumsi.

Terlebih, Dadan menyampaikan program MBG merupakan intervensi pemenuhan gizi, sekaligus sebagai pondasi untuk pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.

“Karena gizi adalah kebutuhan dasar dari setiap manusia yang hidup dan berkembang,” sambungnya.

Hingga 31 Desember 2025, MBG telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat dengan 19.188 dapur SPPG. Dari total 19.188 SPPG yang telah beroperasi, seluruh pembangunannya dibiayai 100% oleh masyarakat.