BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Perkuat Sinergi dengan Yamaha dan Sorini di Awal 2026

BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Perkuat Sinergi dengan Yamaha dan Sorini di Awal 2026

Pasuruan (beritajatim.com) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan memulai agenda tahun 2026 dengan melakukan kunjungan strategis ke sejumlah perusahaan besar di wilayah Pasuruan, termasuk PT Yamaha Musical Products Indonesia dan PT Sorini Agro Asia.

Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif Customer Relationship Management (CRM) yang bertujuan untuk mempererat kemitraan dengan pemberi kerja, khususnya di sektor industri manufaktur, guna memastikan perlindungan jaminan sosial yang optimal bagi seluruh tenaga kerja.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan, Sulistijo N. Wirjawan, mengungkapkan bahwa kegiatan CRM difokuskan pada kunjungan langsung ke perusahaan binaan untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif.

“Kegiatan CRM ini difokuskan pada kunjungan langsung ke perusahaan binaan untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif,” ujar Sulistijo, Rabu (7/1/2026).

Upaya ini dilakukan untuk menggali pemahaman lebih dalam mengenai kebutuhan spesifik setiap perusahaan dalam mengelola kepesertaan jaminan sosial bagi karyawan mereka. Terlebih lagi, dalam kunjungan ini, BPJS juga berupaya mengidentifikasi pekerja yang belum terlindungi secara optimal, baik di kalangan staf tetap maupun tenaga alih daya (outsourcing).

Sulistijo menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara BPJS dan perusahaan, untuk memastikan bahwa setiap masalah administratif dapat diselesaikan dengan cepat dan efektif. “Kami ingin menggali potensi perluasan kepesertaan bagi pekerja yang belum terlindungi secara optimal,” tambah Sulistijo.

Selain memperkuat hubungan dengan perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan edukasi mengenai manfaat program jaminan sosial yang semakin beragam. Para pemberi kerja diimbau untuk menertibkan pendaftaran pekerja kontrak agar memperoleh hak yang sama dengan pekerja tetap, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepatuhan perusahaan terhadap regulasi jaminan sosial dinilai sebagai faktor kunci dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

Sulistijo mengungkapkan bahwa di awal tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan fokus pada upaya memastikan kepatuhan perusahaan serta memperluas cakupan kepesertaan. “Di awal tahun ini kami fokus memastikan kepatuhan serta menggali potensi kepesertaan baru,” tegasnya.

Diharapkan, dengan dilaksanakannya CRM secara berkelanjutan, cakupan kepesertaan di wilayah Pasuruan akan meningkat signifikan. BPJS Ketenagakerjaan berharap perlindungan sosial yang menyeluruh dapat memberikan rasa aman bagi para pekerja dan meningkatkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.

Sebagai mitra strategis yang peduli terhadap kesejahteraan pekerja Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi seluruh tenaga kerja Indonesia. “BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi perusahaan dalam mewujudkan perlindungan menyeluruh,” pungkas Sulistijo. [ada/suf]