Tulungagung (beritajatim.com) -Pengurus Askab PSSI Tulungagung mengecam keras aksi kekerasan “tendangan kungfu” yang menimpa gelandang Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga Babak 32 Besar Grup CC Liga 4 Jawa Timur. Insiden yang terjadi di Stadion Gelora Bangkalan tersebut mengakibatkan Firman mengalami cedera serius berupa retak tulang rusuk kiri bagian bawah.
Ketua Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin, menilai tindakan pemain Putra Jaya Pasuruan, M. Hilmi Gimnastiar, sangat brutal dan dilakukan secara sengaja. Menurutnya, pelanggaran tersebut telah melampaui batas sportivitas dan membahayakan keselamatan nyawa pemain di lapangan hijau.
“Kalau melihat kejadiannya itu sangat brutal dan sengaja,” ujar Ahmad Baharudin, Rabu (7/01/2026).
Baharudin menegaskan bahwa sanksi kartu merah dari wasit tidak cukup untuk menebus tindakan yang mencederai nilai-nilai sepak bola tersebut. Ia menganggap insiden ini sebagai pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi dalam standar kompetisi profesional maupun amatir.
Firman Nugraha sendiri merupakan pemain baru yang direkrut Perseta 1970 Tulungagung khusus untuk mengarungi Babak 32 Besar. Pemain asal Kediri tersebut sebelumnya memperkuat tim lain di ajang Liga 4, namun dipinang oleh manajemen Laskar Badai Selatan setelah tim lamanya gagal melaju ke fase gugur.
Terkait kondisi terkini sang pemain, Baharudin menyebut Firman mulai menunjukkan progres pemulihan. Meski sang pemain memiliki keinginan kuat untuk kembali merumput, pihak Askab dan manajemen melarang keras guna memastikan observasi medis berjalan maksimal.
“Anaknya sempat ngotot ingin bermain lagi, tapi kita larang karena masih dalam masa observasi juga,” tuturnya.
Mengenai langkah hukum, Askab PSSI Tulungagung memberikan dukungan penuh kepada manajemen Perseta 1970 Tulungagung jika ingin membawa kasus ini ke pihak berwajib. Meskipun Komdis Asprov PSSI Jawa Timur telah menjatuhkan sanksi, Baharudin menilai laporan polisi merupakan wewenang penuh manajemen untuk memberikan keadilan bagi pemain.
“Kita mendukung rencana tersebut, sepenuhnya keputusan manajemen seperti apa kita mendukungnya,” pungkas Baharudin.. [nm/ian]
