Sebelumnya, harga emas turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Koreksi harga emas dunia terjadi seiring investor merealisasikan keuntungan setelah reli baru-baru ini, meskipun sedikit pulih setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan. Hal itu memperkuat spekulasi penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).
Mengutip CNBC, Kamis (8/1/2026), harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi USD 4.445,32 per ounce. Harga emas merosot hingga 1,7% menjadi USD 4.422,89 pada awal sesi perdagangan.
Harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup susut 0,7% menjadi USD 4.462,59.
Platinum spot turun 6,5% menjadi USD 2.285,75, sementara paladium diperdagangkan merosot 5,2% pada USD 1.727,40.
“Kami melihat penurunan hari ini sebagai aksi ambil untung setelah lonjakan baru-baru ini,” ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger.
Namun, ia menuturkan, data ketenagakerjaan yang lebih lemas terus mendukung argument untuk pelonggaran kebijakan the Fed yang telah menopang harga emas baru-baru ini.
Lowongan pekerjaan AS turun lebih dari yang diperkirakan pada November setelah sedikit meningkat pada Oktober, sementara laporan ADP terpisah menunjukkan penggajian swasta meningkat kurang dari yang diperkirakan pada Desember.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)