Viral Warga Pragaan Laok Sumenep Perbaiki Jalan Rusak Pakai Dana Live TikTok

Viral Warga Pragaan Laok Sumenep Perbaiki Jalan Rusak Pakai Dana Live TikTok

Sumenep (beritajatim.com) – Warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep secara swadaya memperbaiki jalan poros desa yang rusak parah selama 10 tahun terakhir pada Kamis (08/01/2026). Langkah gotong royong ini diambil lantaran akses utama masyarakat tersebut tidak kunjung mendapatkan perhatian atau perbaikan dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

Salah satu warga setempat, Abusairi menuturkan, sudah lebih dari 10 tahun, jalan poros di desanya rusak dan tidak mendapatkan perbaikan. Padahal kondisi jalan rusak parah dan sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Kondisi infrastruktur yang berlubang seringkali berubah menjadi kubangan air yang menyulitkan mobilitas warga setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. “Kalau hujan, jalan ini sudah seperti kubangan. Kadang dibuat nyuci sepeda motor sama warga. Rasanya sudah puluhan tahun tidak pernah dapat perbaikan dari Pemerintah,” katanya.

Kekecewaan yang memuncak membuat warga akhirnya bersepakat untuk mengambil tindakan nyata dengan mengumpulkan dana secara mandiri melalui iuran sukarela. Mereka memutuskan untuk memperbaiki jalan poros sepanjang 250 meter yang menjadi satu-satunya akses jalan utama bagi warga Pragaan Laok.

Proses perbaikan dilakukan secara teknis dengan menambal lubang menggunakan material pasir dan sirtu hasil swadaya masyarakat. Pada beberapa titik yang dinilai paling rawan kecelakaan, warga menambahkan konstruksi rabat beton sederhana agar jalan lebih aman saat dilalui kendaraan.

Pengerjaan perbaikan jalan tersebut dilakukan sepenuhnya dengan semangat gotong royong tanpa melibatkan kontraktor luar. Warga dengan sukarela turun langsung ke lapangan untuk bekerja memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian desa mereka.

Aksi ini menarik perhatian publik karena melibatkan pemanfaatan teknologi media sosial sebagai sarana penggalangan dana kreatif. Warga memanfaatkan fitur siaran langsung atau *live* di aplikasi TikTok untuk menunjukkan kondisi jalan sekaligus mengetuk hati para donatur.

“Iya, kami lakukan live di medsos tentang perbaikan jalan secara swadaya ini. Kemudian ada yang tergerak untuk ikut berdonasi. Alhamdulillah sampai saat ini sudah terkumpul donasi sekitar Rp 30 juta. Itu semua langsung kami belikan material,” terang Abusairi.

Dana puluhan juta rupiah yang terkumpul tersebut langsung dikonversikan menjadi material bangunan untuk menunjang pengerjaan fisik di lapangan. Inisiatif digital ini terbukti efektif dalam menghimpun solidaritas publik di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur di tingkat desa.

Abusairi menambahkan, jalan poros di Pragaan Laok tersebut juga belum pernah mendapatkan perbaikan dari dana desa. Padahal, dana desa yang diterima Desa Pragaan Laok tergolong cukup besar jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Dana Desa yang diterima Pragaan Laok tercatat sebesar Rp 1,64 miliar pada tahun 2024. Alokasi tersebut kembali berlanjut pada tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp 1,51 miliar.

Masyarakat menyayangkan besarnya anggaran tersebut belum mampu menyelesaikan persoalan jalan poros yang sudah rusak selama satu dekade. Warga kini memilih untuk mengandalkan kekuatan kolektif demi memastikan mobilitas sehari-hari tidak lagi terhambat oleh infrastruktur yang buruk.

“Ya daripada kami hanya menunggu, lebih baik kami berusaha sendiri, karena jalan poros ini merupakan urat nadi sebagian besar warga disini,” tandas Abusairi. [tem/beq]