Pacitan (beritajatim.com) – Sebuah truk Hino Dutro bernomor polisi B 9919 BYZ nyaris terjun ke jurang di jalur alternatif Pacitan–Pringkuku, Desa Sedeng, Kabupaten Pacitan, pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Kecelakaan tunggal ini diduga dipicu oleh kondisi sopir yang mengantuk dan mengalami kelelahan saat mengemudi di jalur yang dikenal ekstrem tersebut.
Kendaraan bermuatan ayam potong itu terhenti tepat di bibir jurang setelah menghantam keras pembatas jalan atau *guard rail*. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden yang terjadi di kawasan RT 2 RW Krajan II, Desa Sedeng ini.
Truk tersebut dikemudikan oleh Abdul Rockhim (28), warga Kabupaten Magelang, yang saat itu sedang bersama seorang penumpang bernama Joko Susilo (28). Keduanya berhasil selamat dari maut meski bagian depan truk mengalami kerusakan cukup serius pada bagian bodi kiri dan depan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pacitan, Ipda Agustav Yunastianto, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat truk melaju di turunan tajam jalur Sedeng. Pengemudi diduga kuat mengalami *microsleep* atau tertidur sesaat selama beberapa detik sehingga kehilangan kendali atas kendaraannya.
“Dugaan sementara, pengemudi mengalami microsleep saat melintas di jalan menurun, sehingga kendaraan menabrak guard rail,” ujar Ipda Agustav pada Kamis (8/1/2026). Keberadaan pagar pengaman jalan tersebut menjadi faktor kunci yang menahan laju truk sehingga tidak sampai terjun bebas ke dalam jurang.
Meskipun kendaraan mengalami ringsek, baik pengemudi maupun penumpang ditemukan dalam keadaan sadar sepenuhnya dan tidak memerlukan perawatan medis intensif. Namun, kerusakan fasilitas umum berupa *guard rail* di lokasi kejadian menjadi catatan kerugian materiel akibat insiden ini.
Pihak kepolisian langsung memberikan imbauan tegas kepada para pengguna jalan, khususnya sopir kendaraan logistik yang kerap melintas di jalur rawan. Waktu dini hari dinilai sebagai jam-jam krusial yang membutuhkan kewaspadaan ekstra dan kondisi fisik yang prima.
“Kami mengingatkan agar pengemudi beristirahat cukup dan lebih waspada, terlebih saat melintas di jalur menurun dan dalam kondisi cuaca hujan,” pungkas Ipda Agustav. [tri/beq]
